Menikmati Eksotika Seruni di Poncokusumo

Veröffentlicht: Dezember 22, 2012 in Indonesia, Malang Exkursion 2012

Oleh: Anjar Rahmawati, Khuliyatul Mustafidah, Risky Oktavianti

Sejak beberapa dekade terakhir ini, wisata pendidikan menjadi salah satu destinasi wisata yang sangat diminati. Di kabupaten Malang, tepatnya di Poncokusumo, ada beberapa wisata pendidikan yang bisa menjadi alternatif tujuan wisata, baik untuk keluarga maupun individu. Dengan kesejukan udara dan suasana kental pedesaan yang masih asri, destinasi wisata ini mampu membawa pengunjungnya melupakan sejenak kepenatan yang mereka rasakan.

Kali ini, wisata pendidikan yang menarik minat kami adalah bisnis budidaya bunga krisan di Poncokusumo yang menjanjikan. Untuk mencapai tempat ini hanya diperlukan waktu + 1 jam dari pusat kota Malang dengan menggunakan kendaraan pribadi. Bunga Krisan yang disebut juga bunga seruni ini menjadi salah satu produk unggulan dari Poncokusumo selain apel. Budidaya bunga krisan ini dibuka dan dikembangkan oleh beberapa kelompok tani Poncokusumo sejak tahun 2007 karena saat itu, perkebunan apel mengalami kerusakan. Namun, trend wisata pendidikan di lahan krisan ini berawal sejak tahun 2010.

Di area budidaya bunga krisan ini, kami mengunjungi 3 lahan untuk mengetahui setiap proses dalam budidaya bunga krisan, yaitu pembibitan, penanaman, dan produksi.

Pertama-tama, kami mengunjungi sentra pembibitan. Di tempat ini, kami mengunjungi 2 green house. Green house pertama digunakan untuk menanam bunga krisan yang pucuk tanamannya digunakan untuk bibit. Setiap tanaman bisa menghasilkan lebih dari satu bibit. Bibit-bibit ini dipotong saat tanaman telah berumur 2 bulan dengan panjang minimal 7cm.

Bibit-bibit yang telah dipotong, kemudian diseleksi terlebih dahulu dan dipotong kembali sampai tersisa 5cm. Setelah itu, bibit dicelupkan ke dalam cairan perangsang akar dan ditanam pada arang sekam yang berada pada green house kedua.

Setelah belajar bagaimana melakukan pembibitan, kami melanjutkan ke lahan kedua, yaitu lahan produksi. Di lahan ini kami belajar bagaimana menanam dan merawat tanaman bunga krisan. Bibit-bibit yang berasal dari lahan pembibitan harus ditanam pada saat matahari telah terbenam agar tanaman tidak mengalami stress. Bunga krisan ini dipanen setelah berumur 3 bulan. Dibandingkan dengan daerah lainnya, cara tanam dan produksi bunga Krisan Poncokusumo berbeda dengan daerah lainnya, yaitu Krisan Poncokusumo hanya dapat di panen sekali saja.

Saat mengunjungi lahan ketiga yang bunganya telah siap panen, mata kami dimanjakan dengan warna-warni bunga krisan yang indah. Di sana terdapat berbagai jenis bunga Krisan mulai Krisan jenis Spray, Gelbra, Snow Queen, dll. Saat menyusuri sepanjang lahan diantara bunga yang bermekaran, kami serasa dalam video klip lagu-lagu india. Suasana panas dalam green house pun bisa sejenak terlupakan. Wisata potong bunga Krisan yang berbasis edukasi ini cocok untuk semua kalangan. Hanya dengan uang Rp10.000,00 kami telah mendapat banyak ilmu (mulai dari pembibitan sampai produksi dan juga praktek menanam secara langsung) dan menikmati eksotika seruni yang menawan.

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s