Me ectanta Barcelona

Veröffentlicht: November 28, 2012 in Ekskursi

Easy Jet is not always easy

Ujian akhir yang sudah ada di belakangku menyisakan kelegaan luar biasa. Aku masih ingin melepas semua bebanku itu dengan mengunjungi sebuah tempat yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya. Sebetulnya sudah lama aku ingin mengunjungi kota Barcelona, namun waktu berkata lain. Hari ini setelah menghantarkan Bu Ririn dan Ika bepergian ke beberapa kota di beberapa negara, aku berpamitan pada mereka berdua. Aku harus pergi ke Barcelona.

Cuaca di Bern sore menjelang malam ini sangat dingin sekali. Aku berangkat menuju Jenewa untuk mengejar penerbangan pagi ke Barcelona. Aku sudah booking pesawat dari Jenewa ke  Barcelona. Aku akan pergi bersama dengan Mahir untuk melihat kota penuh kehangatan itu. Kami sudah mengantongi tiket pesawat Easy Jet. Itu merupakan pesawat murah yang banyak digunakan anak muda untuk bepergian di Eropa. Aku baru sekali ini memakai jasa transportasi mereka.

Mahir tiba-tiba mengirim sms. Ia tidak bisa pergi bareng ke Jenewa karena masih harus mengerjakan tugas kelompoknya.  Kami akan bertemu di Jenewa malam nanti. Beberapa saat sebelumnya aku telah menghubungi salah satu staf perwakilan tetap atau PTRI di Jenewa. Aku hendak menginap di apartemennya malam ini. Ia adalah Yudis dan baru beberapa bulan tinggal di Swiss. Tiba di stasiun Jenewa aku kemudian naik bis menuju apartemen Yudis berdasarkan panduan yang dikirim lewat sms sehari sebelumnya. Jarak dari stasiun menuju rumah Yudis sebetulnya tidaklah jauh. Namun karena nyasar, aku harus ganti, naik turun bis sekitar satu setengah jam lamanya. Padahal cuaca di Jenewa malam ini di sekitar danau begitu menusuk tulang karena anginnya yang bertiup kencang. Akhirnya aku tiba juga di apartemen Yudis.

Bagaimana kabar Mahir? Ia tidak lebih baik dariku. Malam itu kereta yang ia tumpangi tidak menuju ke bandara. Awalnya ia akan bermalam di bandara mengingat penerbangan kami esok hari sangat awal sekali. Tapi kereta hanya sampai stasiun utama kota Jenewa. Ia memutuskan untuk tinggal dan menunggu di stasiun. Namun sial sekali nasib dia, setelah di atas jam 1 malam stasiun tutup. Semua orang diusir oleh petugas stasiun tanpa terkecuali dia. Akhirnya ia memutuskan untuk menunggu hingga keesokan hari di taman dekat stasiun.

Keesokan hari kami bertemu di bandara dan menceritakan kebodohan kami masing-masing malam tadi. Karena boarding time sudah tiba, maka kami check in otomatis di mesin yang tersedia. Mahir tanpa mengalami masalah dapat mencetak tiketnya. Namun, aku berkali-kali gagal. Akhirnya kami berdua menanyakan hal itu pada petugas dari maskapai Easy Jet. Aku diharuskan untuk check in langsung di meja petugas bandara. Antrian pagi itu sangat panjang, padahal waktuku hanya tinggal hitungan menit. Akhirnya aku dengan panik karena khawatir tertinggal pesawat terpaksa melewati antrian orang-orang. Beruntung aku tidak ditegur oleh petugas keamanan bandara dan orang-orang yang kulewati tadi. Tiket kini sudah ada di tangan. Ada hal yang membuatku bingung ketika melihat tiket dan saat memasuki pesawat. Penumpang di sini dapat dengan sesuka hati memilih tempat duduk seperti halnya kita naik bis damri di Indonesia.

 Barcelona

Hari pertama di Barcelona, kami masih harus mencari penginapan. Salah seorang teman kami menyarankan pada kami untuk tinggal di Urbany Hostel. Tempat tidak jauh dari pusat kota, bersih dan  nyaman. Harga kamar per malamnya mulai dari 12 Euro dan itu sudah termasuk sarapan pagi serta dilengkapi wifi. Setelah kami mencari dan bertanya-tanya akhirnya kami menemukan tempat itu.

Pegawai hostel menyapa kami dengan ramah dalam bahasa Inggris. Kami kemudian menanyakan tempat-tempat wisata yang dapat kami kunjungi untuk beberapa hari ini. Ia kemudian memberi kami peta wisata kota Barcelona serta menyarankan tempat-tempat yang dapat dikunjungi.

Sagrada Família

Tempat yang pertama kami kunjungi adalah Sagrada Família. Ini merupakan sebuah masterpiece dari seorang maestro kenamaan Antoni Gaudí. Meskipun belum selesai, akan tetapi Sagrada Familia merupakan salah satu atraksi wisata yang paling populer di Barcelona. Sagrada Familia merupakan sebuah gereja yang pembangunannya masih akan berlanjut selama setidaknya satu dekade lagi. Namun demikian, gereja ini sudah menjadi landmark kota Barcelona.

Gereja Neo Gothic ini pada awalnya diarsiteki oleh Francisco de Paula del Villar dan mulai membangunnya pada tahun 1882. Satu tahun kemudian, seorang arsitek modernis bernama Antoni Gaudí mengambil alih pembangunan gereja. Saat itu usianya adalah 31. Sejak saat itu, Gaudí mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk pembangunan gereja. Alih-alih menempel rencana asli, Gaudí mengubah desain secara drastis. Setelah kematian Gaudí pada tahun 1926 konstruksi melambat secara dramatis karena kurangnya dana dan pecahnya Perang Saudara. Kecepatan konstruksi mulai menggeliat lagi pada pertengahan 1950-an dan sekarang dua fasad dan delapan menara telah selesai. Konstruksi diperkirakan akan berlangsung selama seratus tahun, namun teknologi modern telah memungkinkan arsitek untuk mempercepat pembangunan sehingga Sagrada Família kini dijadwalkan selesai sebelum 2030. Meskipun Sagrada Família masih belum selesai, namun gereja luar biasa ini dapat dikunjungi.

Kita juga dapat mengunjungi ruang bawah tanah. Di tempat ini Gaudí dimakamkan. Selain itu, kita juga dapat mengunjungi museum yang menceritakan sejarah gereja dan menceritakan kisah arsitek besar. Kita juga dapat menaiki menara dengan lift. Dari atas puncak menara kita dapat melihat kota Barcelona yang indah.

La Rambla & Plaça de Catalunya

Cuaca siang hari ini kurang begitu bersahabat. Hujan gerimis membasahi sepanjang hari. Kami menghabiskan waktu kami untuk sementara di Starbucks yang ada di kawasan La Rambla. La Rambla adalah sebuah jalan di pusat kota Barcelona yang sangat populer baik itu bagi wisatawan maupun untuk penduduk setempat. Di sepanjang jalan sejauh 1,2 kilometer ini membentang pertokoan. Ini adalah kawasan pedestrian yang sangat ramai di Barcelona. Di sini pula Fariz RM yang pernah menulis dan menyanyikan lagu Cintaku di Barcelona menyebutkan Plaça de Catalunya.

Kududuk Terhanyut Nuansa

Disudut Semarak Plaza Catalonia

Kala Sepasang Mata
Menatapku Manja
Mengajak Berdansa
Sapanya “Quiere Usted Bailar Conmigo?”

“Quiere Darme Su Direccion Senorita?”
Kuingin Kau Ajak Serta Malam Ini
“Como Se Pronucia Oh Juwita”
Ingin Kunyatakan Cinta Sepenuh Hati

 

Fonta Magica

Di malam hari ada baiknya jika kita pergi ke Fonta Magica atau Air Mancur Ajaib. Air mancur ini terletak di Placa d’Espanya di bawah Montjuïc  dan diresmikan pada tahun 1929. Fontana Magica dirancang oleh Carles Buigas untuk Exposicio Universal. Air mancur ajaib menggunakan lebih dari 3620 jet air, 5 pompa air , 4.800 lampu, 1,5 Km saluran air, 300 km saluran listrik dan 6 Km saluran udara. Instalasi ini membuat fitur air yang spektakuler. Pertunjukan diselenggarakan setiap malam.Fontana Magica ini merupakan kombinasi antara air, cahaya, dan musik. Sebuah pengalaman menakjubkan yang dapat kita nikmati pada saat berkunjung ke Barcelona. Beruntung pada hari ini kami dapat menonton pertunjukan gratis ini. Pada bulan Oktober hingga April pertunjukan berlangsung setiap hari jumat dan sabtu mulai pukul 19 sampai 21. Namun pada musim panas mulai dari bulan mei hingga sepetember mulai pukul 21 hingga 23.30 setiap hari kamis sampai hari minggu.

 

Camp Nou

Tak ketinggalan kami juga mengunjungi stadion Camp Nou yang sangat populer bagi para pecinta sepakbola. Stadion ini sudah ada sejak tahun 1957 dan sejak saat itu menjadi kandang FC Barcelona. Stadion Camp Nou berkapasitas 99.354 penonton. UEFA menyebut bahwa stadion ini merupakan stadion klub elit dan terbesar di dunia.

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s