Sendang Biru dan Pulau Sempu

Veröffentlicht: Oktober 21, 2012 in Indonesia

Oleh: Ilham Mohamad RA

(Mahasiswa Sastra Jerman Univ. Negeri Malang)

 

Sekitar lima bulan yang lalu, Verena, Sophie, Jayanto dan saya melakukan perjalan wisata ke Pantai Sendang Biru. Letaknya kurang lebih 70 km dari pusat kota Malang. Kami memilih sepeda motor sebagai alat transportasi perjalanan untuk menghemat akomodasi dan memudahkan dalam mengakses tempat tersebut karena transportasi ke Pantai Sendang Biru cukup sulit. Sebelumnya Jayanto dan saya harus menjemput Verena dan Sophie yang merupakan Pratikatinen dari Jerman di gerbang UM jalan Veteran. Lalu kami berangkat menuju rumah Jayanto di daerah Sumbermanjingwetan untuk beristirahat sebentar. Perjalan di tempuh sekitar satu setengah jam. Setelah dirasa cukup, kami masih haris melanjutkan perjalanan sekitar 1 jam. Namun ditengah perjalanan selalu disuguhkan pemandangan-pemandangan alam yang indah. Sebelum masuk ke area wisata, kami wajib membayar tiket masuk seharga 3500 rupiah per orang dan ijin ke dinas perhutanan setempat. Di tempat parkir harus membayar lagi sekitar 2000 rupiah per sepeda motor. Capek, lelah, lemah, letih, dan lesu terbayar semua dengan keindahan alam Pantai Sendang Biru dan Pulau Sempu yang eksotis. Pasir putih yang terhampar dan deburan ombak menyapu pantai menambah kesan tersendiri saat kami pertama datang. Tak puas dengan itu saja, kami melanjutkan perjalanan untuk menyeberang ke pulau Sempu yang di dalamnya terdapat sebuah danau yang bernama “Segara Anakan” atau ada yang menyebutnya dengan nama “Danau Bidadari”. Dengan menyewa perahu milik nelayan seharga 100.000 rupiah untuk pulang pergi, kami diantarkan berkeliling dan mendarat di Pulau Sempu. Hanya rasa kagum atas ciptaan Tuhan yang terpancar dari raut wajah kami. Namun sayangnya kami tak bisa melanjutkan perjalanan ke danau Segara Anakan, karena waktu yang sudah siang dan tidak membawa peralatan berkemah.  Kami hanya berenang dan bermain pasir di tempat yang kami pilih di salah satu sisi Pulau Sempu. Setelah cukup puas bermain, akhirnya perahu yang kami sewa telah datang untuk menjemput kembali ke pantai. Dan akhirnya kami harus menginap di rumah Jayanto, karena waktu dan tenaga tak memungkinkan kami untuk langsung melanjutkan perjalanan pulang ke Malang.

Sebenarnya tidak itu saja, disana terdapat salah satu pelelangan ikan terbesar di kawasan Malang Raya. Dengan harga yang cukup murah wisatawan dapat membeli ikan-ikan yang besar, seperti tuna, pari, dsb. Untuk wisatawan yang ingin melancong ke Pantai Sendang Biru tanpa menggunakan kendaraan pribadi, dapat memilih angkutan umum dari terminal Hamid Rusdi jurusan Turen dengan membayar empat ribu rupiah. Lalu turun di daerah Talok dan dilanjutkan angkutan dengan jurusan Sendang Biru dengan membayar lima belas ribu rupiah. Untuk akses menggunakan angkutan umum ini cukup sulit, karena kita harus mengetahui jadwalnya. Sebagian besar wisatawan domestik maupun mancanegara akan memilih  berkemah di sekitar danau Segara Anakan karena dapat menikmati indahnya matahari terbenam di balik bukit di sisi danau.

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s