International Celaket Cross Cultural Festival

Veröffentlicht: April 6, 2012 in Indonesia

Pada 8-10 April mendatang di kota Malang akan dihelat sebuah event internasional bertajuk International Celaket Cross Cultural Festival (ICCCF). Acara yang akan mengusung silang budaya antar negara ini digagas untuk melihat sejarah kota Malang yang tengah merayakan hari ulang tahunnya yang ke-97 pada tanggal 1 April 2012.

Fenny Rochbeind salah seorang dosen seni Universitas Negeri Malang (UM) bertindak sebagai ketua pelaksana kegiatan ini. Kegiatan ini didukung oleh komunitas seni dari kampung Rampal Celaket, Kota Malang. Kampung Celaket adalah kota tua di Malang, yang menyimpan kekayaan berupa arsitektur kolonial dan berbagai artefak bersejarah.

Dari kota Malang sendiri akan turut memeriahkan sendra tari Beskalan yang akan menampilkan tari topeng, wayang topeng Malangan, dan wayang kulit. Selain itu, sejumlah permainan anak tradisional akan dipamerkan pada festival ini sebagai salah satu bentuk kekayaan budaya bangsa, misalnya adalah egrang.

Pada festival nanti juga akan dapat kita saksikan parade tokoh sejarah Malang, seperti Ken Dedes dan Ken Arok dari Kerajaan Singasari. Seperti yang kita ketahui, Ken Dedes adalah figur perempuan super pada zamannya yang kemudian menurunkan raja-raja besar. Sebagai silang budaya, Ken Dedes akan disandingkan dengan Cat Woman, manusia kucing bersenjata cemeti. Di samping itu, akan dihadirkan juga Superman tokoh manusia super yang bisa mewakili kebudayaan modern.

Selain kesenian tradisional, pada festival ini pula akan dipamerankan foto, workshop membatik dan pentas seni tradisi. Adapun penyair dan seniman luar negeri yang akan memeriahkan festival ini diantaranya adalah Michael Agustin, Ulrike Draesner, dan Arne Rautenberg dari Jerman, Sujata Bhatt dari India, Martin Glaz Serup dari Denmark, Hans van de Waarsenburg dari Belanda, serta masih banyak lagi. Total negara yang akan ikut serta pada perhelatan ini adalah 12 negara. Sementara itu, Afrizal Malna dan Zawawi Imron akan mewakili jajaran penyair tanah air.

Kommentare

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s