Bahasa „Plurisentris“

Veröffentlicht: März 23, 2012 in Deutschunterricht, Studi

Apakah itu Plurisentris?

Plurisentris adalah sebuah perantara yang menjembatani antara „bahasa“ dan „dialek“. Ciri utama bahasa plurisentris adalah bahwa bahasa ini bisa dijumpai di dua negara atau lebih. Status bahasa di negara-negara tersebut menduduki posisi penting sebagai bahasa resmi pemerintahan. Konsep bahasa plurisentris ini untuk pertama kalinya dikemukakan oleh Kloss  pada tahun 1952. Dalam karyanya tersebut, ia menjelaskan tentang bahasa Jerman yang tidak hanya digunakan di negara Jerman, melainkan juga muncul di beberapa negara lainnya. Fakta ini tentunya juga harus didukung oleh sebuah teori linguistik. Oleh karena itulah, dia menciptakan istilah „polisentris“ untuk bahasa yang  digunakan di dua negara,  sedangkan untuk bahasa-bahasa yang digunakan di lebih dari dua negara ia menyebutnya dengan istilah „plurisentris“.

Hal penting dari pengertian bahasa „plurisentris“ tersebut adalah bahwa bahasa tersebut memiliki fungsi sebagai bahasa formal atau juga digunakan sebagai bahasa pemerintahan. Akan tetapi,  karena bahasa minoritas juga adakalanya bertatus sebagai bahasa resmi, maka harus juga ditambahkan bahwa suatu bahasa menjadi „plurisentris“ ketika bahasa tersebut memiliki sentral kebahasaan. Hal ini hanya dapat terjadi jika bahasa tersebut bertatus sebagai bahasa nasional, bahasa resmi kedua atau lainnya, atau bahasa daerah dengan jumlah penutur yang cukup besar. Karena status inilah, maka bahasa tersebut digunakan secara resmi di kantor-kantor pemerintahan, di berbagai institusi, organisasi, sekolah serta media. Selain itu, bahasa ini pun digunakan di bidang politik, sosial dan ekonomi negara masing-masing.

Semua bahasa di dunia yang memiliki penutur bahasa yang besar dapat dikategorikan sebagai bahasa „plurisentris“, yaitu antara lain: bahasa Arab, Mandarin, Inggris, Prancis, Hindi-Urdu, bahasa Indonesia atau bahasa Melayu, Spanyol, dan Portugis. Selain itu ada beberapa bahasa lainnya, seperti: bahasa Armenia, Belanda, serta Korea. Adanya perubahan serta perkembangan politik juga dapat menyebabkan munculnya negara baru, sehingga memunculkan pula bahasa plurisentris yang baru pula. Hal ini dapat terjadi, jika negara-negara pecahan yang telah membentuk sebuah pemerintahan baru tetap menggunakan bahasa yang sama atau juga karena alasan politik. Bahasa Rusia dan bahasa Albania dengan alasan yang telah dikemukakan tadi dapat menjadi sebuah bahasa „plurisentris“.

Tidak perlu diragukan lagi bahwa bahasa Jerman juga merupakan bahasa „plurisentris“ karena digunakan di empat negara, yaitu: Jerman, Liechtenstein, Austria dan Swiss. Di samping itu, bahasa Jerman juga digunakan di Belgia dan di Südtirol Italia. Di kedua negara tersebut bahasa Jerman memiliki fungsi sebagai suatu varian bahasa.

Bahasa Jerman dianggap sebagai bahasa „plurisentris“ salah satunya adalah karena pengaruh sebuah tulisan Michael Clyne dalam bukunya yang ia tulis pada tahun 1984 yang mengangkat tema „Language and Society in the German-speaking Countries“. Berikutnya pada tahun 1992 muncul buku lainnya yang berjudul „Pluricentric Languages. Different Norms in Different Countries“ dan „The German Language in a Changing Europe“ pada tahun 1995. Lalu bagaimana halnya dengan bahasa Inggris? Khusus untuk bahasa Inggris, dikatakan ada sebuah jarak yang terlalu besar antara bahasa Inggris di Amerika dan bahasa Inggris dari tempat asalnya. Namun, biar bagaimanapun bahasa Inggris adalah contoh sebuah bahasa „plurisentris“ yang dapat dijumpai di 76 negara di dunia, baik itu sebagai bahasa pertama ataupun bahasa kedua. Diperkirakan ada sekitar 750 juta penutur bahasa Inggris di seluruh dunia.

Disarikan dari:

Muhr, Rudolf (2003): Die plurizentrischen Sprachen Europas – Ein Uberblick. Dalam: Gugenberger, Eva/Blumberg, Mechthild (Hrsg.) Vielsprachiges Europa. Zur Situation der regionalen Sprachen von der Iberischen Halbinsel bis zum Kaukasus. Frankfurt u.a. Peter Lang Verlag. S. 191-233. (Bd. 2 Osterreichisches Deutsch – Sprache der Gegenwart.)

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s