Schleswig-Holstein

Veröffentlicht: März 18, 2012 in Deutschlandkunde

Ibukota: Kiel

Schleswig-Holstein merupakan negara bagian Jerman yang letaknya di ujung utara negara Jerman. Di ibukota negara bagian Kiel hidup sekitar 275 000 penduduk. Kemudian disusul oleh kota lainnya, yaitu Lübeck dengan 210 000 orang penduduk. Letak kota Kiel adalah di sebuah pelabuhan alam. Di kota ini Howaldtswerke – Deutsche Werft (HDW) atau yang dikenal dengan tempat penggalangan kapal-kapal dagang dan kapal selam berada. Di sini juga kita dapat melihat pagelaran tahunan „Kieler Woche“, yaitu kompetisi berlayar internasional yang dikombinasikan dengan program budaya.

Sementara itu, kota lain selain Kiel di negara bagian ini adalah Lübeck. Kota ini dulunya merupakan jantung dari Hansa dan dikenal luas karena novel yang ditulis Thomas Mann berjudul „Buddenbrooks“. Novel ini menceritakan tentang kematian keluarga pedagang yang berasal dari Hansa. Thomas Mann memenangkan penghargaan Nobel di bidang sastra pada tahun 1929. Lübeck terkenal juga dengan gerbang kotanya yang telah berusia 500 tahun, yang disebut juga dengan Holstentor.

Sejarah: Hingga abad ke-14 negara bagian ini masuk ke dalam pemerintahan kerajaan Denmark. Setelah melalui sejarah yang panjang akhirnya Schleswig-Holstein menjadi bagian dari negara Jerman. Setelah Perang Dunia I berakhir, Schleswig bagian utara bergabung dengan Denmark sementara Schleswig bagian selatan masuk ke dalam pemerintahan Jerman. Hingga saat ini kaum minoritas Denmark di Schleswig-Holstein masih memiliki dua orang anggota perwakilannya di parlemen negara bagian.

Alam dan Cuaca: Dua laut terbentang di utara Schleswig-Holstein, keduanya adalah: Laut Utara (Nordsee) dan Laut Baltik (Ostsee). Di Laut Utara kita bisa melihat pantai dan pulau-pulau lepas baik dalam bentuk besar ataupun kecil. Pulau-pulau tersebut di antaranya adalah: Halligen, die Nordfriesischen Inseln atau Pulau Frisian Utara dan Helgoland. Antara pulau dan daratan terletak Laut Wadden yang dangkal. Sebagian pantai di Laut Utara ini terletak di bawah permukaan laut. Sebagai bentuk pengamanan dari laut, maka pembangunan bendungan dan tanggul terus disiagakan. Hal ini penting sekali untuk mencegah permukaan laut naik dan meminimalisir risiko badai. Negara ini hampir tak memiliki pohon. Musim panas di sini begitu dingin, sementara musim dinginnya lembab dengan angin bertiup cukup konstan. Di sepanjang pantai Laut Baltik kita dapat merasakan kehangatan matahari dibandingkan dengan pantai Laut Utara. Selain itu, kita juga dapat menemukan keindahan danau serta pemandangan perbukitan di pedalaman, yang biasa disebut juga dengan „Holstein Swiss“. Begitupun halnya di Laut Baltik ini, tanggul yang lebih tinggi sebagai perlindungan harus diperhatikan untuk masa yang akan datang, sehingga dapat menghindari dampak dari cuaca yang ekstrim.

 

Foto: http://images.interchalet.com/teaser/schleswig_holstein_ostsee_ferienhaus.jpg

Ekonomi: Kita juga dapat berpariwisata di Laut Utara dan Laut Baltik ini. Di sini kita dapat menemukan resort dan pulau-pulau, seperti: Sylt, Fohr, Amrum, Helgoland dan Fehmarn. pariwisata adalah salah satu faktor penting selain pertanian (peternakan, sereal, kentang) bagi faktor ekonomi Schleswig-Holstein. Laut Utara yang sangat kaya akan ikan. Akan tetapi, beberapa spesies ikan lambat laun menghilang dan penangkapan ikan dalam jumlah yang berlebihan telah membuat krisis ikan di laut ini. Kanal Laut Utara yang menghubungkan dengan Laut Baltik adalah jalur air yang sangat penting di Eropa, karena kanal ini menghubungkan dua laut.

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s