Gender dan Bahasa

Veröffentlicht: Februar 24, 2012 in Studi

„Gender dan Bahasa“ merupakan sebuah disiplin ilmu yang relatif masih baru dalam linguistik modern. Namun, para ahli antropologi telah meneliti keragaman bahasa laki-laki dan perempuan ini sejak abad ke-17. Pada penelitian-penelitian tersebut, diungkapkan karakteristik perbedaan penggunaan bahasa antara perempuan dan laki-laki (Grimm, 2008: 19).

Pada awal abad ke-20 diskusi mengenai gender serta gaya bahasa yang digunakannya telah banyak bermunculan. Seorang ahli sosiolinguistik bernama Otto Jespersen telah melakukan penelitian di bidang ini sejak tahun 1960. Kemudian pada dekade berikutnya yaitu dalam kurun waktu 1970-an, tiga buku yang mengambil tema “Gender dan Bahasa” ini diterbitkan. Ketiga buku tersebut masing-masing berjudul Language and the Woman`s Place yang dikarang oleh Robin Lakoff (1975); Male/Female Language dari Mary Ritchie Key (1975); dan satu karya lainnya yang ditulis oleh Barrie Thorne und Nancy Henley (1975) berjudul Language and Sex: Difference and Dominance (Grimm, 2008: 19).

Menurut Grimm (2008:7), gender merupakan:

 „eine über biologische Geschlechtsunterschiede hinausgehende Bezeichnung, die primär erlerntes geschlechtsspezifisches Verhalten kennzeichnet, das nicht notwendigerweise an biologische Funktionen gekoppelt ist. Gemeint sind also  die psychologischen, kulturellen und sozialen Dimensionen von Geschlechtszugehörigkeit, die gesellschaftlichen Erwartungen und Konventionen, die mit Männlichkeit und weiblichkeit verbunden werden. Male und female geben die beiden Ausprägungen der Variablen sex an, und masculine und feminine sind die entsprechenden Werte für gender“.

Istilah „gender“ dalam bahasa menurut Grimm adalah salah satu yang menjadikan perbedaan jenis kelamin biologis, terutama menunjuk pada perilaku gender secara spesifik yang belum tentu terkait dengan fungsi biologis. Oleh karena itu, kita harus memahami berbagai dimensi seperti: psikologis, budaya dan sosial. Dalam kehidupan sosial gender sangat berkaitan erat dengan maskulinitas dan feminitas. Coates (2004: 4) mencoba membedakan kedua istilah itu sebagai berikut: istilah ’seks‘ atau jenis kelamin merujuk pada perbedaan biologis. Sementara itu,  istilah ‚gender‘ digunakan untuk menggambarkan kategori sosial berdasarkan jenis kelamin tersebut.

Istilah „bahasa perempuan“ dan „bahasa laki-laki“ banyak sekali kita temukan dalam bahasa dan gender. Grimm (2008: 8) berpendapat, bahwa kedua istilah ini menyiratkan baik perempuan ataupun laki-laki memiliki kekhasan bahasa. Sebetulnya baik perempuan ataupun laki-laki tidak sepenuhnya menggunakan kata-kata yang berbeda. Perbedaan itu hanyalah terletak pada penggunaan „preferensi“ linguistik. Dalam kaitannya dengan bahasa dan gender yang biasa kita dengar saat ini, „bahasa laki-laki“ atau „bahasa perempuan“ digunakan sebagai bentuk generalisasi mengenai perilaku „bahasa laki-laki“ dan „bahasa perempuan“ (Grimm 2008:10).

Oppermann dan Weber (1995) mengatakan di dalam buku mereka yang berjudul „Frauensprache – Männersprache“, bahwa pria di mata perempuan pada saat berbicara, mereka lebih terkesan linear, sederhana, tidak komprehensif, tidak memperlihatkan emosi, biasanya dalam kalimat pendek, dan dalam bentuk pernyataan serta berorientasi hirarkis. Sebaliknya, wanita di mata pria biasanya mereka pada saat berbicara tidak terstruktur, konstruksi kalimat biasanya dalam bentuk pasif, banyak menggunakan kalimat Konjunktiv untuk memperlihatkan kesopanan, lebih bersifat pertanyaan, serta cenderung tidak fokus pada pembicaraan. Khusus di dalam percakapan berbahasa Jerman, biasanya wanita sering menggunakan frase seperti „vielleicht“ (mungkin), „eigentlich“ (sebenarnya) atau „Ich würde vorschlagen“ (kalau boleh saya menyarankan).  Wanita juga dikatakan sebagai pendengar yang baik dan lebih mudah saat berinteraksi. Lalu kita dapat menarik kesimpulan bahwa kaum pria berbicara lebih langsung pada tujuan (to the point) dan jelas, sementara kebanyakan wanita berbicara biasanya tidak langsung.

Kommentare
  1. Anonymous sagt:

    boleh tau judul bukunya

  2. radit sagt:

    hmmmm

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s