Keragaman Bahasa Jerman

Veröffentlicht: Februar 21, 2012 in Deutschunterricht

Kita akan menemukan Bahasa Jerman sebagai bahasa tulis standar seragam digunakan di berbagai negara berbahasa Jerman. Akan tetapi, sebagai bahasa lisan kita seringkali menjumpai keragaman bahasa. Hal tersebut ada hubungannya dengan latar belakang sosial, asal, usia, jenis kelamin dan situasi sosial pembicara.

Dalam Bahasa Jerman dapat pula kita jumpai dialek atau Bahasa Jerman yang khusus berlaku di daerah regional tertentu. Dialek Bahasa Jerman baik itu di Jerman sendiri, di Austria, di negara Swiss berbahasa Jerman dan daerah-daerah perbatasan, seperti: Luxemburg, Südtirol, dan Elsass sangat bervariasi.

Di Jerman sendiri ada perbedaan yang signifikan antara:

• Jerman bagian atas dan bagian barat tengah.  Di daerah-daerah ini selain Bahasa Jerman standar juga dialek atau bahasa daerah sangat kental kekhasannya. Daerah-daerah yang dimaksud itu adalah Bavaria, Baden-Württemberg, Rhineland-Pfalz dan Saarland.

• Jerman bagian timur dan tengah seperti di sebelah utara Hessen dan Rheinland. Dialek di kedua dareah ini memiliki warna yang sangat kuat.

• Jerman bagian sebelah bawah dengan pengecualian Schleswig-Holstein (Wiesinger 1997).

Situasi kebahasaan di Austria boleh dikatakan sama dengan dialek Bahasa Jerman Oberdeutschen, terutama untuk regional Bavaria. Tetapi kemudian khususnya dalam bidang kosakata serta pengucapan telah terpengaruh oleh ekspresi nasional.

Di daerah Swiss berbahasa Jerman, dialek mereka gunakan dalam segala situasi. Bahasa Swiss-Jerman standar atau yang disebut juga dengan Helvetisme hanya digunakan terbatas pada situasi formal tertentu, seperti di sekolah/universitas, sebagian program televisi atau sebagai bahasa tertulis. Di negara Swiss tidak ada bahasa standar yang berlaku secara nasional untuk keragaman dialek tersebut. Banyak orang Swiss yang berbahasa Jerman menganggap bahwa Bahasa Jerman standar yang berlaku di negara Jerman itu sebagai bahasa asing.

Sejak Perang Dunia Kedua dialek Bahasa Jerman mengalami perubahan di Jerman dan Austria dari yang awalnya bahasa lokal menjadi bahasa pergaulan yang berlaku secara regional. Ada beberapa alasan yang memperkuat hal ini, di antaranya adalah:

• adanya migrasi dalam skala besar yang ditandai dengan pengusiran 12 juta orang baik dari Jerman Timur ataupun Jerman Barat. Selain itu, Jerman dibanjiri imigran yang berasal dari etnis Polandia, Rumania, Uni Soviet, Cekoslovakia dan Hungaria, serta pekerja imigran terutama mereka yang berasal dari negara-negara Mediterania, yang pada tahun 1998 mencapai 8,9% dari total penduduk Republik Federal Jerman;

• penurunan secara signifikan populasi petani dengan dialeknya yang kental;

• terjadinya mobilitas penduduk besar-besaran;

• jarak antara rumah dan tempat bekerja yang cukup jauh;

• adanya pandangan negatif dari orang tua mengenai dialek bagi perkembangan pendidikan anak-anaknya (Mat Heier, 1997).

Dalam perkembangannya,  di Jerman sendiri terdapat adanya pembagian wilayah dialek yaitu „utara-selatan“. Dialek di bagian utara Jerman dengan cakupannya yang lebih luas cenderung lebih mendekati Bahasa Jerman standar. Sementara itu, di Jerman bagian selatan dialeknya terasa lebih kental dan luas cakupan geografisnya lebih sempit.

Dialek adakalanya sering dihubung-hubungkan dengan humor yang sering dijumpai radio ataupun televisi melalui iklan sebuah produk. Bahkan tak jarang politisi yang ingin memenangkan pemilihan juga menggunakan dialek, sehingga ia memperlihatkan pada warganya bahwa ia adalah putra daerah tersebut.

Keragaman dialek juga dapat kita temui di negara-negara berbahasa Jerman seperti Austria dan Swiss. Ada istilah khusus untuk dialek yang berlaku di masing-masing negara tersebut, yaitu: Austriasisme dan Helvetisme.  Banyak kosa kata-kosa kata yang tidak dapat kita temui pada Bahasa Jerman standar yang berlaku di negara Jerman, akan tetapi digunakan dan menjadi ciri khas dialek yang berlaku di Austria atau juga di Swiss. Kekhasan ini yang menjadikan bahasa standar di kedua negara tersebut: Bahasa Austria-Jerman dan Swiss-Jerman dan sedikit berbeda dengan Bahasa Jerman standar yang berlaku di Jerman. Bahasa Jerman dalam hal ini dapat disebut dengan istilah „plurisentris“ (Clyne, 1995). Pendekatan plurisentris bisa dikatakan lebih mengarah pada politik. Oleh karena itu, baik itu Bahasa Jerman di Austria, Swiss atau bahkan di Südtirol tidak boleh dibeda-bedakan.

 

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s