Bahasa Jerman sebagai Bahasa Asing

Veröffentlicht: Februar 19, 2012 in Deutschunterricht

Setelah Perang Dunia kedua, bahasa Jerman menjadi bahasa kedua di beberapa negara, seperti: di Turki, di negara-negara bekas Yugoslavia, di Italia bagian selatan, di Yunani bagian utara, di Spanyol dan di Portugal. Hal tersebut diakibatkan, karena pada kurun waktu setelah perang dunia kedua banyak sekali para pekerja asing dari negara-negara tadi yang dipekerjakan di Jerman. Satu dari dua orang Yunani di bagian utara, misalnya, dalam jangka waktu yang relatif lama pernah tinggal di Jerman (Hopf, 1987). Di sekolah-sekolah Yunani saat ini memang hanya diajarkan bahasa Inggris dan Perancis, akan tetapi Bahasa Jerman jauh lebih mengakar di dalam kehidupan mereka sehari-hari. Status Bahasa Perancis boleh dikatakan lebih baik di masyarakat, karena biasanya bahasa ini dikuasai oleh mereka yang berasal dari kelas menengah dan berpendidikan. Sementara itu, Bahasa Jerman memiliki status sosial yang lebih rendah karena identik dengan bahasa para „pekerja“.

Bahasa Jerman sebagai bahasa asing diajarkan hapir di seluruh dunia. Sama halnya dengan Bahasa Spanyol, beberapa tahun yang lalu Bahasa Jerman menduduki peringkat ketiga dari semua bahasa asing yang dipelajari di dunia (Dominczak, 1992). Namun hal tersebut tidak dapat bertahan lama. Pada tahun 2002 ada sekitar 20 juta orang di seluruh dunia yang belajar Bahasa Jerman sebagai bahasa asing (STADaF, 2003). Namun, dalamm dekade terakhir jumlah ini menurun hingga 16 juta atau sekitar 20% (Kaehlbrandt, 2007:74). Hal ini sejalan dengan menurunnya minat pembelajar di Eropa Timur yakni sekitar dua pertiga dari keseluruhan pembelajar. Setelah runtuhnya Uni Sovyet Bahasa Jerman menjadi salah satu bahasa penting di Eropa Timur. Di negara-negara seperti Hungaria, Republik Ceko dan Slowakia, jumlah pembelajar Bahasa Jerman di tahun-tahun pertama setelah tahun 1989 lebih banyak daripada pembelajar Bahasa Inggris (Foldes, 1994). Tetapi perekonomian negara Jerman yang sangat baik ketika itu tidak dapat mencegah Bahasa Inggris untuk mengambil alih posisi teratas menggeser Bahasa Jerman di negara-negara Eropa Timur. Di satu pihak, memang Bahasa Inggris sangat mendominasi secara global untuk setiap aspek kehidupan. Namun, di sisi lain Bahasa Jerman mulai kehilangan daya tariknya, karena sedikitnya promosi Bahasa Jerman di luar negeri (Coulmas, 1992).

Meskipun penurunan signifikan terjadi, akan tetapi masih banyak orang yang belajar Bahasa Jerman di negara-negara Eropa Tengah dan Timur. Pada posisi teratas dapat kita lihat negara Rusia (3,2 juta), diikuti oleh Polandia (2,2 juta), Perancis (1,2 juta), Ukraina (0,8 juta), Uzbekistan (0,7 juta) dan Hungaria (0,6 juta). Jika kita mengukur prosentase pembelajar atas jumlah keseluruhan penduduknya, negara Slowakia menduduki posisi teratas, diikuti oleh Hungaria, Polandia, Denmark, Slovenia, Kroasia, Georgia, Estonia dan Lithuania. Di Polandia 49% dari semua siswanya belajar bahasa Jerman, sementara di Republik Ceko dan Hungaria sekitar 43% (Kaehlbrandt, 2007:73).

Di sekolah-sekolah di seluruh kawasan Eropa, Bahasa Jerman masuk ke dalam kurikulum pendidikan. Dengan demikian Bahasa Jerman merupakan bahasa asing yang diajarkan hampir di semua sekolah di Eropa. Bahasa Jerman sebagai mata pelajaran di sekolah biasanya bukan bahasa asing pertama yang dipelajari oleh siswa melainkan bahasa asing kedua setelah Bahasa Inggris, seperti halnya Bahasa Perancis dan Spanyol.

Berbeda dengan negara Inggris, Perancis, Spanyol dan Portugal yang memiliki sejarah panjang tentang negara jajahan, Jerman hanya memiliki sejarah kolonial singkat. Oleh karenanya, kita tidak akan menemukan di negara manapun di luar Eropa yang menjadikan Bahasa Jerman sebagai bahasa resmi di negara tersebut. Pada acara konferensi internasional dan di organisasi-organisasi internasional, Bahasa Jerman juga jarang digunakan sebagai resmi. Hanya di Namibia, negara bekas jajahan Jerman, Bahasa Jerman memiliki status yang relatif tinggi. Akan tetapi, hal ini juga tidak dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama mengingat Bahasa Inggris cenderung banyak digunakan.

Tak bisa dipungkiri  bahwa Jerman adalah eksportir terbesar di dunia, sehingga hal tersebut dipandang penting bagi banyak negara mitra dagang. Alasan tersebut merupakan salah satu alasan kuat untuk mempelajari Bahasa Jerman. Permintaan untuk kemampuan bahasa khusus meningkat, buku-buku pelajaran pada bidang tertentu, seperti: Bahasa Jerman khusus untuk bidang ekonomi (Bolten, et al.,  1997), Komunikasi Bisnis (Buscha/Linthout, 1997), Hotel dan Restoran (Clalüna-Hopf/Plettenberg 1988, 1991) atau untuk bidang hukum (Bitzenhofer/Beltran-Gandullo, 1997) merupakan indikasi dari perkembangan ini (Ohm/Kuhn/Funk, 2007).

 

Daftar Rujukan:

Beltran-Gandullo, Millagros; Bitzenhofer, Torsten H. (1997): Recht. (Lehrbuch, Übungsbuch, Glossare). Köln.

Bolten, Jürgen u.a. (1997): Marktchance Wirtschaftdeutsch. Mittelstufe 1 ff. (Lehrbuch, Arbeitsbuch, Begleitheft, Audiokassette und Lehrerhandbuch). Stuttgart.

Buscha, Anne; Linthout, Gisela (1997): Geschäftskommunikation: Verhandlungssprache. (Buch und Kassette). Ismaning.

Clalüna-Hopf, Monika; Plettenberg, Marilu (1998; 1991): Deutsch im Beruf: Hotellerie und Gastronomie. (Lehrbuch, Tonkassette, Glossare). Teile 1&2, Köln.

Coulmas, Florian (1992): Die Wirtschaft mit der Sprache. Eine sprachsoziologische Studie. Frankfurt/M.

Dominczak, Henryk (1992): Ist das Deutsch eine Sprache von Weltgeltung?  Dalam: Deutsch als Fremdsprache 29-1, Hal. 46-47.

Ohm, Udo; Kuhn, Christina; Funk, Hermann (2007): Sprachtraining für Fachunterricht und Beruf: Fachtexte knacken – mit Fachsprache arbeiten. Münster.

STADaF (Ständige Arbeitsgruppe Deutsch als Fremdsprache) (Hg.) (2003): Deutsch als Fremdsprache Erhebung 2000. Berlin u.a.

Kaehlbrandt, Roland (2007): Deutsch – eine Sprache im Niedergang? Dalam: Zielsprache Deutsch 34-2, Hal. 73-85.

Földes, Csaba (1994): Deutsch als Fremdsprache in Mittel-, Ost- und Südeuropa. Überlegungen zu Bestand und Bedarf. Dalam: Deutsch als Fremdsprache 31-1. Hal. 3-11.

Kommentare
  1. Rijal sagt:

    Tulisannya sangat menarik, sayang sekali daftar pustakanya tidak dicantumkan secara lengkap, sehingga pembaca yang ingin tahu lebih jauh bisa membacanya lebih lanjut. Jadi kalau memungkinkan tolong dicantumkan daftar pustakanya. Vielen Dank!

  2. iwa sobara sagt:

    Terimakasih untuk masukannya. Iya, saya belum sempat menuliskan daftar pustakanya. Bald!😉

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s