Swiss Team Spirit

Veröffentlicht: Februar 18, 2012 in Momen

Peserta Teambuilding dari berbagai negara

 

Agenda awal piknik pada hari sabtu pagi ini dari kampus tempat saya kuliah di Universitas Bern, Swiss, sebetulnya adalah Snowshoe hiking. Akan tetapi, dua pekan di awal bulan Februari ini salju sudah tidak lagi turun di hampir seluruh daratan Eropa Barat. Oleh karena itulah, rencana kami batal. Namun, beberapa hari sebelumnya kami mahasiswa di Universitas Bern penerima program beasiswa dari pemerintah Swiss diberitahukan lewat E-mail oleh pihak kampus, bahwa acara akan diganti menjadi Teambuilding. Teambuilding ini bernama Swiss Team Spirit.

Di Universitas Bern ada sebanyak 26 mahasiswa dari berbagai negara di dunia penerima beasiswa tersebut. Mulai dari negara maju seperti Amerika Serikat, Finlandia, Rusia, China, Italia, hingga negara-negara berkembang seperti Tunisia, Ukraina, Yunani, Kuba, Rumania, Kenya, Indonesia, dan masih banyak lagi negara lainnya. Keistimewaan para penerima beasiswa dari pemerintah Swiss ini adalah mereka setiap bulannya difasilitasi untuk mengikuti kegiatan darmawisata yang dikoordinir oleh pihak kampus melalui International Office. Mahasiswa dari seluruh penjuru dunia tersebut disuguhi keindahan alam Swiss. Saya mengira, bahwa hal positif semacam ini juga dapat mempromosikan pariwisata negeri Swiss yang sangat indah di luar negeri melalui mahasiswa.

Dari ibukota Swiss, Bern, kami menggunakan kereta api menuju kota Emmental. Kota ini dikenal sebagai salah satu tempat penghasil keju terbaik di Swiss. Perjalanan menuju kota Emmental menghabiskan waktu sekitar satu jam. Alat transportasi umum seperti kereta sangat digemari di Swiss, karena sangat tepat waktu, aman, dan nyaman. Namun, bagi wisatawan ongkos yang harus dikeluarkan tidaklah sedikit. Untungnya segala sesuatu untuk kegiatan darmawisata ini ditanggung seluruhnya oleh pihak kampus.

Suhu udara pada pagi hari tersebut menunjukan 2° Celcius. Lebih dingin dari hari-hari sebelumnya. Tepat pukul 10.00, kami tiba di sebuah kawasan luas berbukit-bukit berwarna hijau. Di sana kami lihat sebuah „Tipi“ yang sangat besar. „Tipi“ atau tenda yang biasa digunakan oleh suku Indian tersebut biasanya dijadikan base camp bagi kelompok pada saat bertanding.

Patrick dari tim „Kreativtraining“ menyapa dan menyalami kami satu-persatu. Pria Swiss ini bekerja di bidang motivator dan team building. Patrick menjelaskan tentang apa yang akan kami lakukan sepanjang hari ini. Peserta dijamin akan senang setelah mengikuti permainan-permainan nanti, kilahnya.

Ski laufen

Tidak banyak kata, permainan pertama pun dimulai. Kami dibagi menjadi dua kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari empat peserta. Saya mengetuai kelompok yang kesemuanya perempuan. Mereka berasal dari Polandia, Jerman, dan Rusia. Sementara kelompok lawan diketuai oleh teman dari Kuba, dan anggotanya sama yaitu tiga orang perempuan dari Cina, Yunani, dan Romania. Permainan tersebut dinamakan « Ski laufen ». Tetapi permainannya bukan ski di atas salju, melainkan seperti permainan « sandal bakiak », kalau yang saya tahu waktu saya di Bandung. Dua buah kayu dilengkapi dengan tali yang harus dipegang peserta di kanan dan kiri tersebut diinjak dan kami harus bersama-sama melangkah hingga garis finish. Uji coba sebelumnya kami lakukan. Sekedar mencari strategi jitu untuk memenangkan pertandingan.

Lomba dimulai setelah pemanasan selama kurang lebih sepuluh menit. Kami pun berlomba dengan penuh semangat. Saat melangkahkan kaki aba-aba pun dilakukan « one, two, three » kaki kanan serempak dilangkahkan, « one, two, three » berikutnya kaki kiri. Begitu seterusnya hingga garis finish. Namun, setiap kelompok harus dapat melewati seutas tali sebagai garis finish tersebut sebelum dinyatakan sebagai pemenang. Semua anggota kelompok harus melewatinya tanpa menyentuh tali. Tim kami ternyata yang paling dahulu melewati tanpa kesalahan dan menjadi pemenang lomba ski tersebut.

 

Peserta berjalan di atas seutas tali.

Berikutnya adalah permainan yang menguras strategi dari semua peserta. Kami tidak bermain dalam kelompok kecil lagi, melainkan menjadi sebuah kelompok besar. Tugasnya adalah melewati rintangan di atas seutas tali. Tugas terasa semakin berat karena kami harus membawa berbagai benda yang dijadikan simbol tertentu. Ada bola dunia besar, ember berisi air, kacamata, dan tali. Masing-masing memiliki poin. Tidak hanya itu, waktu pun menjadi syarat. Setiap peserta yang menginjakkan kaki ke tanah akan mengurangi nilai keseluruhan. Di sini kerjasama tim betul-betul diuji. Dari waktu yang tersedia sekitar satu jam setengah, waktu yang kami pakai untuk diskusi saja sekitar 30 menit. Ciri khas mahasiswa. Namun kami dapat mengakhiri permainan ini dengan poin yang sangat fantastis.

Permainan lainnya adalah berjalan di atas ketinggian kira-kira sepuluh meter di atas seutas tali berpasangan. Permainan ini sangat menguji adrenalin peserta. Saat permainan berlangsung kami dipasangi pelindung layaknya pemanjat tebing. Semua pasangan dapat menyelesaikan tugasnya dengan sempurna. Namun, salah satu teman dari Romania yang memiliki altophobia atau takut ketinggian, mengurungkan niatnya setelah berada di atas. Akhirnya teman dari Kuba menggantikannya.

Terakhir, sebelum kami makan siang Patrick menyuruh kami bermain “tongkat ajaib”. Tongkat yang terbuat dari alumunium ini sangat unik. Kami diharuskan menempelkan kedua telunjuk kami di bawah tongkat, dan tongkat tersebut harus dapat mencapai tanah. Sangat simple tugasnya. Namun, ternyata tidak semudah yang kami kira. Tongkat bukannya mengikuti gravitasi bumi, melainkan seakan melayang ke udara dan memiliki ruh. Tapi inisiatif teman-teman untuk berkata “down, down, down”, dengan sendirinya tongkat perlahan-lahan mencapai bumi.

Acara kami tutup dengan makan siang bersama. Menu kami siang hari ini adalah Fondue.

 

Artikel ini dapat Anda baca juga di: http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2011/03/07/swiss-team-spirit/

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s