“Botanischer Garten”, Rumah Berbagai Spesies Fauna di Bumi

Veröffentlicht: Februar 18, 2012 in Schwiiz Info

Gerimis yang turun dan membasahi kota Bern di Swiss pada hari sabtu ini tidak menyurutkan langkah saya untuk pergi menuju ke sebuah tempat, di mana di sana kita dapat menyatu dengan alam. Beberapa hari ini memang hujan senantiasa selalu mewarnai kota. Setelah sekitar tujuh menit berjalan dan terletak tidak jauh dari pusat kota, tibalah saya di „Botanischer Garten“ (BOGA) atau Kebun Botanik di ibukota Swiss ini. Terletak di dekat sungai Aare yang airnya berwarna hijau dan mengalir tenang, kita dapat memasuki kebun ini setiap hari mulai jam 8 hingga 17, tanpa dipungut biaya sepeser pun. Ciri khas dari fasilitas umum di Swiss. Masyarakat yang telah membayar pajak besar yang menjadi kewajibannya setiap tahun, namun dapat merasakan apa yang menjadi haknya sebagai warga negara. Salah satunya memanfaatkan fasilitas-fasilitas umum seperti itu tanpa adanya pungutan biaya masuk.

 

BOGA menawarkan kepada kita sebuah perjalanan melihat kekayaan hayati di hampir seluruh penjuru bumi ini. Mulai dari melihat tanaman yang biasa tumbuh di hutan subtropis, tropis, ataupun tanamana yang biasa hidup di gurun pasir. Kita dapat mengeksplorasi berbagai pesona fauna di sini, mulai dari tanaman-tanaman kecil dengan bunga-bunganya yang sangat indah, sampai tumbuhan yang biasa dijumpai di dataran Mediterania seperti pohon palm ataupun kaktus yang hidup di gurun pasir. BOGA didirikan pada tahun 1859, memiliki luas lebih dari dua hektar di dekat Sungai Aare, dan persis di bawah jembatan Lorraine. Tempat ini dijadikan pula pusat studi Biologi dan dikelola oleh Universitas Bern. BOGA juga dapat dijadikan tempat rekreasi, seperti halnya yang saya lakukan pada pagi ini. Rutinitas sehari-hari yang terkadang membuat stress akan hilang dengan sendirinya apabila kita melihat betapa alam ini memberikan berjuta keindahan. Kicauan burung di atas kepala kita juga memberi nuansa alam tersendiri.

Di tempat ini kita bisa menjumpai lebih dari 6000 spesies tanaman dari seluruh dunia. Pada saat kita melangkahkan kaki, dari gerbang taman kita akan langsung melihat bunga-bunga mawar yang tumbuh di bawah pohon berusia 150 tahun. Pohon-pohon ini telah tumbuh sejak pertama kali taman iini didirikan. Di sudut lain taman, kita dapat menjumpai sebuah kolam yang terlihat sangat romantis, terlebih di saat-saat sekarang musim penghujan. Kolam ini merupakan habitat tempat hidupnya tumbuhan rawa. Sementara itu, spesies tumbuhan tropis dapat kita temui di salah satu rumah kaca dari total sekitar enam rumah kaca. Sebut saja berbagai jenis tanaman anggrek. Saya yakin, pengunjung pasti akan terkagum-kagum melihat keindahan tumbuhan ini. Di sebuah rumah kaca yang memperlihatkan hutan hujan tropis, saya sangat terkesan dengan sebuah tanaman yang berbentuk mirip dengan tumbuhan teratai. Namun, tanaman ini bentuknya sangat besar. Diameternya saja bisa mencapai 1,5 meter. Tanaman ini bernama “Victoria Cruziana”. Tanaman ini biasa hidup di atas permukaan air yang tenang dan biasa dijumpai di negara-negara Amerika Latin, seperti Argentina, Paraguay, dan Bolivia. Namanya diambil dari nama salah satu ratu Inggris.

Victoria Cruizana

 

Di bagian lainnya kita bisa berwisata ke alam yang sangat berbeda sama sekali dengan kehidupan di Eropa setiap harinya, yaitu ke dataran gurun pasir. Seperti kita ketahui, bahwa sepertiga planet bumi yang kita diami sekarang ini merupakan hamparan gurun pasir. Gurun pasir seperti gurun Sahara, Gobi, atau yang terdapat di Australia dan Amerika juga ditumbuhi berbagai jenis vegetasi, meskipun jumlahnya tidak banyak. Di salah satu rumah kaca di BOGA ini, kita juga dapat melihat berbagai jenis kaktus dari tempat-tempat tersebut. Di luar ruangan tanaman lainnya yang membuat tertarik saya adalah salah satu tanaman dari negara asal Chili yang bernama “Araucana”. Tanaman yang dahannya seperti pohon pinus ini, dari kejauhan terlihat seperti pohon yang melambaikan dahannya yang tertiup angin.

Aracauna

 

 

 

 

 

 

Sayangnya hujan kembali turun dan agak deras, sehingga membuat saya untuk bergegas meninggalkan tempat ini. Saya merasa berada di sebuah hutan yang sangat jauh dari kehidupan perkotaan di sini. Selai itu, pada hari itu tak ada satupun orang yang mengunjungi tempat ini, menambah perasaan ini seolah-olah berada di sebuah hutan pedalaman di Kalimantan.

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s