Bodensee: Oase di Jantung Eropa

Veröffentlicht: Februar 18, 2012 in Ekskursi

Bodensee/Admin (deutschland-tipps.net)

Bepergian di tanah air terkadang melelahkan, terlebih jika jarak yang ditempuh memang sangat jauh. Beberapa kali saya pergi dari Bandung ke Bali dengan menggunakan bis. Hampir satu pulau Jawa saya lewati dengan perjalanan ini. Maka tidak heran kita dapat makan dalam sehari di provinsi yang berbeda. Sarapan di Jawa Barat, Makan siang di Jawa Tengah, dan makan malam di Jawa Timur. Keesokan harinya, kita sudah sarapan di luar pulau Jawa. Namun, bagaimana pun perjalanan yang melelahkan tersebut bisa terbayar lunas dengan kepuasan yang kita rasakan saat kita tiba di tempat-tempat wisata seperti di Bali atau di Lombok.

Beberapa waktu yang lalu saya melakukan perjalanan darat cukup panjang menuju Bodensee, danau terbesar di daratan Eropa. Sebetulnya saya sudah pernah beberapa kali mengunjungi Bodensee ini. Namun, yang menarik adalah karena saya dan teman-teman bisa menghabiskan seharian penuh di tiga negara pemilik danau ini, yaitu Jerman, Austria, dan Swiss.

Kota Lindau (Foto: Google)

Perjalanan kami mulai pada pagi hari dari kota Bern menuju ke St. Gallen. Saya hanya perlu mengeluarkan uang untuk transportasi sebanyak 54 Swiss Franc. Selama masih di wilayah Swiss, maka kita tidak perlu mengeluarkan uang lagi untuk penggunaan jasa transportasi umum. Dari St. Gallen, kami langsung menuju ke pelabuhan Rorschach. Jalanan di kota-kota Swiss pada musim panas ini banyak yang diperbaiki. Sehingga, kami harus memutar arah atau ganti angkutan yang seharusnya kereta menjadi bis. Jalan-jalan yang sebetulnya masih mulus jika dibandingkan di kota-kota besar di Indonesia ini, sudah harus diperbaiki demi kenyamanan.

Lindau, Jerman

Pukul 13.45 kapal berbendera Jerman membawa kami menuju ke kota Lindau di Jerman. Kota ini terletak persis di atas danau Bodensee. Sepintas, jika perhatikan memang mirip sebuah pulau di tengah-tengah lautan. Kota Lindau memiliki penduduk sekitar 3.000 jiwa dan luasnya hanya 0,68 km². Jumlah penduduk di sini dibandingkan dengan sekitar 70 tahun yang lalu mengalami penyusutan sekitar 2.000 jiwa.

Leuchtturm und Bayrischer Loewe (foto: Google)

Saat kapal kami merapat ke pelabuhan, maka sebuah menara yang dibangun pada tahun 1856 serta patung singa yang memiliki tinggi sekitar enam meter di sebelah timur akan mempersilahkan kita untuk memasuki kawasan ini. Dari kota Lindau, perjalanan kami lanjutkan menuju ke kota Bregenz di Austria. Yang menarik adalah ketika kami membeli sesuatu di sebuah stand kaki lima. Stand ini menjual souvenir-souvenir dari luar negeri, seperti cincin, gelang dari Indonesia atau Thailand. Penjualnya ternyata cukup fasih berbahasa Indonesia. Maka adu tawar pun kami lakukan dalam Bahasa Indonesia.

Bregenz, Austria

Dari kota Lindau di Jerman, kami menggunakan kereta api menuju ke kota Bregenz di Austria. Jaraknya tidak terlalu jauh. Hanya melewati beberapa stasiun saja. Kota Bregenz ini penting artinya terlebih di saat musim panas seperti sekarang ini. Kita bisa menikmati hiburan musim panas seperti opera, musik atau pertunjukan operet di sebuah panggung yang sangat besar di tepi danau. Bahkan panggung ini disebut-sebut sebagai panggung terbuka terbesar di dunia.

Udara siang ini cukup panas. Banyak orang berenang di pinggiran danau. Atau kita juga bisa menyewa motorboot jika ingin menuju ke tengah-tengah danau. Namun, banyak juga yang hanya sekedar melakukan piknik atau tidur-tiduran di atas rumput. Sementara saya hanya cukup mendengarkan lagu milik Jason Mraz dengan lirik lagu yang begitu pas dengan suasana siang ini.

Bregenz Seebuehne (Foto: Google)

And so I’m sailing through the sea.
To an island where we’ll meet.
You’ll hear the music, fill the air.
I’ll put a flower in your hair.

Setelah cukup puas, maka kami putuskan untuk kembali menuju ke Lindau.

Romanshorn, Swiss

Dari kota Lindau kami tidak kembali ke Rorschach, melainkan menuju Romanshorn. Kota ini memiliki penduduk sekitar 9.000 jiwa. Romanshorn merupakan kota yang memiliki wilayah pelabuhan terluas dibandingkan kota-kota pelabuhan lainnya di seputar Bodensee.

Bodensee memang merupakan sebuah oase di daratan Eropa. Negara Jerman, Austria, dan Swiss masing-masing berbagi luas danau ini sebesar 540 km2 dan panjang 273 km. Serapan air di danau ini, yang juga dapat digunakan sebagai air minum, mencapai 48,5 milliar kubik.

Perjalanan kami akhiri di Romanshorn. Kami kembali ke kota Bern dan tiba sekitar pukul 23.30.

Artikel ini dapat Anda baca juga di: http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2011/03/04/bodensee-oase-di-jantung-eropa/

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s