Ayu Tingting dan CATS

Veröffentlicht: Oktober 17, 2011 in Lain-lain

Secara tidak sengaja beberapa saat yang lalu ketika saya membuka alamat e-Mail saya muncul sebuah berita yang menyebutkan bahwa artis yang tengah popular dengan lagu “Alamat Palsu” paling takut dengan kucing. Ia merasa kegelian terlebih melihat anak kucing. Seperti halnya Ayu Tingting, saya pun entah kenapa tidak terlalu suka dengan binatang piaraan yang banyak digemari orang ini. Namun, lain ceritanya ketika kucing-kucing tersebut tampil dalam sebuah drama musikal.

Beberapa saat yang lalu saya pergi ke kota Zürich di Swiss untuk melihat penampilan drama musikal CATS, Sebuah drama musikal yang diciptakan oleh Andrew Lloyd Webber berdasarkan Old Possum’s Book of Practical Cats dan puisi-puisi lain oleh T. S. Eliot. CATS untuk pertama kalinya dipentaskan di West EndNew London Theatre, pada 11 Mei 1981. Drama musikal ini telah dipentaskan di puluhan negara dan diterjemahkan ke lebih dari 20 bahasa.

Hari perdana pementasan di kota Zürich pada tanggal 9 September 2011 yang lalu, drama musikal ini ditonton oleh 1800 penonton yang diantaranya adalah orang-orang terkenal di Swiss. Adalah rekor tersendiri untuk drama musikal sekelas CATS yang telah sekian lama eksis di panggung hiburan, karena lebih dari 65 juta penonton di lebih dari 300 kota di 26 negara di seluruh dunia telah melihat pementasan mereka. Pada penampilan di kota Zürich tahun ini, CATS pentas di sebuah tenda besar yang dirancang khusus di kawasan Hardturm-Areal Zürich.

Sinopsis cerita yang terdiri dari dua babak tersebut adalah sebagai berikut:

Sekawanan kucing dalam jumlah yang sangat besar setiap tahunnya datang bersama-sama di sebuah tempat pembuangan sampah di London untuk merayakan Jellicle Ball.
Seekor kucing jantan bernama Munkustrap yang merupakan pelindung bagi seluruh kucing serta pemimpin tertinggi kedua di antara mereka bertindak sebagai narator. Di awal pertunjukan seekor kucing muda belia berwarna putih bernama Victoria membuka pesta  Jellicle Ball  dengan sebuah tarian yang diperuntukkan bagi semua undangan Jellicle Ball .

Lalu muncul Jenny Fleckenreich, seekor kucing Gumbie tua yang pekerjaannya selalu tidur sepanjang hari, tapi setiap malam dia selalu membawa hasil tangkapan tikus dan kecoa. Selain Jenny, tampil pula dalam adegan ini seekor kucing jantan bernama Rum-Tum-Tugger atau kucing rock and roll, yang membuat kucing-kucing betina begitu tertarik padanya.

Berikutnya muncul Grizabella di atas pentas. Dulu kucing ini dikenal sebagai kucing yang glamour. Ia kemudian meninggalkan klan karena menjelajahi dunia. Sekarang kawanan kucing lainnya tidak mau menerima kehadirannya lagi. Satu-satunya kucing yang masih peduli padanya adalah seekor kucing betina bernama Demeter.

Selanjutnya tampil di atas pentas Bustopher Jones, seekor kucing gemuk berparas rupawan yang kebanyakan hidupnya dihabiskan di pub dan klub London dan membuat Jenny tergila-gila padanya.

Tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras. Macavity, seekor kucing jahat muncul di pentas. Semua kucing berlarian. Selain Macavity, muncul pula Mungojerrie dan Rumpleteazer. Kedua ekor kucing ini selalu berbuat anarkis di tempat keluarga mereka tinggal. Keduanya tinggal di Victoria Grove dan pekerjaannya hanya mencuri serta menghancurkan apapun apa saja yang ada di hadapan mereka.

Tak lama berselang Deuteronimus, pemimpin mereka, datang. Munkustrap dan Rum Tum Tugger bercerita banyak tentang kehidupan dan kebijaksanaan sistem patriarki.

Lagi-lagi sebuah ledakan terdengar. Kali ini Macavity menculik Deuteronimus.

Rum Tum Tugger  mengatakan bahwa si kucing ajaib Mr. Mistoffelees mungkin bisa membantu mencarikan Deuteronimus. Dan hal itu memang terjadi. Ia membawa kembali Deuteronimus kembali ke hadapan kawanan kucing.

Grizabella muncul sekali lagi dan menyanyikan lagu berjudul „Memory“ yang sangat menyentuh perasaan. (Video: http://www.youtube.com/watch?v=4-L6rEm0rnY&feature=related)

Grizabella yang sudah putus asa dan ingin pergi dihalang-halangi oleh Victoria. Ia bahkan dipilih Deuteronimus naik ke Heaviside Layer (Perjalanan menuju ruang bola).

Di akhir adegan Deuteronimus memberikan pidato penutupnya, yaitu bagaimana sebaiknya manusia memperlakukan kucing.

Saya yang selama ini tidak begitu suka dengan kucing setelah melihat pertunjukan fantastis tersebut jadi mulai melirik binatang ini. Saya rasa Ayu Tingting pun akan memiliki perasaan yang sama dengan saya.

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s