Summer of 2011

Veröffentlicht: August 3, 2011 in Momen

Tiket sebanyak 12.000 lembar yang disiapkan panitia untuk malam ini sudah terjual habis jauh-jauh hari sebelum pagelaran tahunan „Moon and Stars“ ini digelar. Meski harganya tidak terlalu murah, yaitu sekitar 95 Swiss Francs, namun animo pencinta legenda rock `n roll di seantero Swiss rupanya tidak memerdulikan itu.

Cuaca cerah sepanjang hari hingga menjelang konser memang terasa di kota Locarno, salah satu kota yang terletak di kanton Ticino, Swiss, ini. Kota yang berada di Swiss berbahasa Italia ini, di musim liburan seperti sekarang ini selalu banyak didatangi oleh berbagai wisatawan baik itu domestik dari Swiss bagian Jerman ataupun Prancis ataupun dari negara tetangga seperti Jerman bahkan negara-negara seperti Belanda, Belgia dan daratan Eropa lainnya. Tidaklah heran, karena kota ini memiliki temperatur lebih hangat dari kota-kota lainnya di Swiss. Selain itu, pemandangan alamnya pun sedikit berbeda karena memiliki iklim subtropis.

Konser baru akan dimulai pada pukul 20.30 waktu setempat. Tapi para penonton sudah bersiap dari sejak sore hari. Mereka menunggu di seputar area konser yang terletak di jantung kota Locarno. Moon and Stars 2011 yang berlangsung selama sepuluh hari ini benar-benar bertaburkan bintang internasional, seperti Santana, Sting, Roxette, Joe Cocker, Caro Emerald, Alain Clarke, Zucchero, Jack Johnson dan masih banyak lagi. Namun, pada malam ini penonton akan disuguhi penyanyi asal Kanada yang sangat terkenal dengan single « Summer of 69 ». Siapa lagi kalau bukan Bryan Adams. Kehadiran pria bernama Bryan Guy Adams kelahiran 5. November 1959 di kota KingstonOntario, ini begitu ditunggu para penggemarnya di sini.

Penonton yang datang untuk melihat penampilan sang bintang terlihat dari berbagai generasi berbeda. Mulai dari orang tua, dewasa hingga tidak sedikit anak-anak baru gede yang juga menantikan sang rocker. Salah satunya adalah Jonas (16). Ia berasal dari kota Thun dekat ibukota Swiss, Bern. Ia dan juga bersama dengan ayah serta ibunya sengaja datang ke kota Locarno untuk melihat beberapa konser di acara „Moon and Stars“ ini.

Pukul 19.30 pintu masuk area konser yang terletak di Piazza Grande ini telah dibuka panitia. Serentak para penonton yang telah lama menunggu berebut menuju pintu yang dijaga ketat oleh panitia. Setelah menunjukkan tiket, mereka berhamburan masuk dan mendekati panggung. Piazza Grande adalah pusat atau alun-alun kota Locarno. Piazza atau plaza yang berarti ruang terbuka umum ini di kanan kirinya adalah gedung pertokoan dan apartemen penduduk. Namun, khusus untuk konser serta open air cinema tempat ini akhirnya menjadi sebuah ruangan tertutup yang sangat besar.

Tepat waktu seperti halnya SBB atau Schweizerische Bundesbahn(Dinas Kereta Api Swiss) dengan kereta-keretanya, pukul 20.30 sang bintang membuat semua penonton bersorak dengan kehadirannya di atas panggung yang sangat megah ini. Lagu demi lagu ia bawakan dengan sangat sempurna. Di sela-sela konser ia bertanya pada beberapa penonton yang berada di atas balkon apartemen „Hello, are you the host party for tonight?“ Semua penonton pun spontan tertawa dengan lelucon Bryan Adams tersebut. Suatu keuntungan bagi mereka yang tinggal di kawasan ini, karena selama konser berlangsung mereka dapat menonton tanpa harus mengeluarkan uang sepeser pun. Mereka hanya cukup keluar dan berdiri di atas balkon saja, dan suguhan penampilan bintang-bintang kelas dunia pun dapat dinikmati. Sementara di sebelah kiri panggung jajaran apartemen dengan para pemiliknya yang menikmati musik malam ini di atas balkonnya, di sebelah kanan tampak hanya gedung-gedung pertokoan yang sepi dan gelap. Bryan Adams pun berkelakar lagi, “Hey, don`t you like me? Come on!”

menonton konser dari balkon

Tata panggung pada malam itu sangat istimewa. Sorotan lampu membuat lagu-lagu yang dibawakan menjadi lebih hidup. Begitu pula background yang menampilkan video klip dari lagu tersebut ataupun gambar yang langsung diambil saat Bryan dan grup memainkan musik di atas panggung. Lagu „Summer of 69“ rupa-rupanya menjadi lagu yang paling ditunggu-tunggu oleh hampir seluruh penonton malam ini. Lagu ini benar-benar mewakili saat ini di Eropa yang sedang berlangsung musim panas. Musim panas adalah musim yang paling dinanti-nanti oleh kebanyakan orang Eropa, karena di musim ini mereka bisa melakukan semua hal dan yang paling penting mereka bisa mendapatkan sinar matahari yang jarang mereka temui di musim-musim lainnya.

Tanpa banyak bla bla bla, Bryan Adams membawakan lagu demi lagu yang terkadang menghentak, tapi tidak sedikit menguras emosi penonton seperti pada lagu „Heaven“. Korin (23), yang datang dengan dua orang temannya terlihat menitikan air mata saat lagu heaven tersebut dinyanyikan. Ia bercerita, kalau lagu tersebut mengingatkan pada kekasih hatinya yang telah tiada. „Er ist jetzt schon im Himmel.“ (Dia sekarang sudah ada di surga). Atau pada lagu „(Everything I do) I do It For You”  yang juga soundtrack film Robin Hood, tampak di screen yang dipasang di kanan dan kiri panggung seorang penonton pria yang sudah tidak muda lagi mencium pasangannya di akhir lagu. Penonton pun bertepuk tangan dan riuh, sementara pasangan yang kena sorot kamera tersebut melambaikan tangannya kea rah kamera.

berduet dengan penonton

Bosan bernyanyi sendiri di atas panggung, Bryan kemudian mengajak penonton yang hafal lirik lagu “When you’re gone” untuk naik dan berduet dengannya di atas panggung. Lagu yang ia bawakan bersama Melanie C. dari grup Spice Girls ini  memang lebih bagus dibawakan duet. Banyak penonton perempuan berebut ingin bernyanyi bersama dia. Tapi Bryan mengingatkan hanya dia yang hafal lagu tersebut yang boleh angkat tangan dan naik ke panggung. Dipilihlah Tamara, seorang gadis asal kota kecil di dekat Lucerne. Sehari-hari ia bekerja di sebuah biro perjalanan. Karena histeris, ia memeluk Bryan lumayan lama. Penonton pun menyorakinya. Harmoni spontanitas keduanya pun tampak terdengar bagus di telinga penonton. Di akhir lagu Bryan sangat puas dengan partner dadakannya tersebut dan memberikan T-shirt padanya dan delapan orang lainnya yang ikut Tamara malam itu sebagai hadiah.

Beberapa lagu sebelum konser selesai, gerimis membasahi semua penonton di acara Moon and Stars ini. Namun hal itu tidak membuat penonton beranjak. Lagu “Cloud Number 9” menjadi lagu penutup konser ini dan membuat penonton dengan seragam menggerak-gerakan tangannya ke kiri dan ke kanan sepanjang lagu. Balon-balon terlihat beramburan di udara dan cahaya lampu warna-warni menghiasi panggung. Bryan Adams dan juga para musisi meninggalkan panggung, tapi penonton masih mengelu-elukan namanya. Konser dua jam nonstop ini berhasil memberikan kepuasan tersendiri pada penonton di sini.

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s