Liechtenstein – Negeri Kecil yang Unik

Veröffentlicht: April 29, 2011 in Ekskursi

Dibandingkan negara-negara kecil lainnya seperti Monaco dan Vatikan, negara Liechtenstein tidak begitu banyak dikenal orang. Pasti Anda akan bertanya-tanya, di mana letak negara tersebut? Berapa luas wilayahnya? Atau berapa jumlah penduduknya?

Dua minggu yang lalu setelah studi banding dari kampus selesai, saya dan beberapa teman berkunjung ke sebuah negara bernama „Keharyapatihan“ Liechtenstein atau di dalam Bahasa Jerman biasa disebut dengan Fürstentum Liechtenstein. Dari kota St. Gallen di ujung timur negara Swiss, kami menuju sebuah kota bernama Vaduz di Liechtenstein yang berjarak hanya 68 kilometer.

Setibanya di sana, kami tidak mengira bahwa sebuah ibokota negara seperti kota Vaduz ini tidak ubahnya sebuah kecamatan di sebuah daerah di Indonesia. Kota yang berada di atas ketinggian 455 dpl. ini memiliki luas wilayah 17 kilometer persegi dan dihuni oleh sekitar 5200 penduduk. Suasana di hari sabtu di awal musim semi  di kota Vaduz saat itu sangat sepi. Dari stasiun kereta api yang berbatasan dengan salah satu kota di negara Swiss, kami naik bis menuju pusat kota.

Karena rencana perjalanan ini spontan kami lakukan, maka kami pun tidak tahu harus pergi ke mana. Di pusat kota Vaduz kami melihat sebuah kereta wisata „City train“ yang dapat membawa para wisatawan melihat-lihat sekeliling kota. Tampak banyak sekali wisatawan dari Asia, seperti India atau negara-negara Asia Timur. Kami memutuskan untuk mencoba city train tersebut. Dari tiga rangkaian gerbong, selain kami berempat ada pula tiga orang penumpang lainnya, satu perempuan cantik berparas India, dan dua pria. Daniel, pengemudi kereta tersebut menyambut kami dengan hangat.
Pada perjalanan ini kami dapat menikmati pemandangan, lalu lintas kota dan  kota tua Vaduz. Dari pusat kota kami diajak menyusuri pedesaan-pedesaan yang indah. Beberapa saat kemudian, kami tiba di sebuah tempat yang bernama Rumah Merah. Rumah ini merupakan salah satu bangunan tertua di kota Vaduz. Di bagian belakang rumah dapat kita temukan alat pembuat minuman anggur atau wein. Di dalam gudangnya terdapat sebuah lemari besi yang dapat menyimpan sekitar 20.000 liter anggur.

Schloss Vaduz

Tempat ini merupakan tempat yang paling pas untuk melihat kastil Pangeran Liechtenstein. Di dalam kastil tersebut Pangeran  Hans Adam II  dan Putri Marie menjalankan takhtanya.  Residen Liechtenstein ini merupakan milik salah satu keluarga aristokrat tertua di dunia dengan  beberapa kerajaannya. Karena dihuni oleh keluarga Pangeran, kastil ini tidak dapat dikunjungi.
Di tempat lain, kita bisa melihat kebun anggur milik pangeran „Herawingert“, yang meiliki luas 4 hektar. Kebun anggur ini merupakan kebun anggur yang paling tradisional dan paling penting di Vaduz dan dianggap sebagai jantung untuk produksi anggur kerajaan  sejak tahun 1712. Kebun ini kini milik  Sang Pangeran. Dari perkebunan ini Pinot Noir  dan Chardonnay  menemukan  anggur yang berkualitas sangat baik. Setiap tetes anggur di sini sangat mahal sekali harganya. Oleh karena itu, petani harus berhati-hati memerasnya.
Jumlah penduduk Liechtenstein secara keseluruhan adalah sekitar 35.000 jiwa dan luas wilayahnya kurang lebih 160 km persegi. Negeri ini telah  ada sejak tahun 1719 dan sejak tahun 1806 menjadi sebuah kerajaan monarki berdaulat. Sesuai dengan konstitusi dari tahun 1921, kerajaan tersebut merupakan sebuah monarki konstitusional turun-temurun yang berdasarkan demokrasi dan sistem parlementer.  Hak dan kewajiban rakyat  dilindungi oleh parlemen negara federal yang beranggotakan 25 orang.

Meskipun berdiri sendiri, saya masih merasa bahwa Liechtenstein merupakan salah satu kanton di Swiss. Bagaimana tidak, di sini kita menggunakan mata uang Swiss Franc untuk transaksi. Bahasa yang digunakan pun kebanyakan adalah Bahasa Jerman standar atau Bahasa Jerman-Swiss.

Setelah kami selesai diajak berkeliling menggunakan city train, Daniel lalu bertanya asal kami. Ketika dia tahu bahwa kami dari Indonesia ia pun bercerita, setiap tahunnya tidak sedikit wisatawan Indonesia yang datang ke Liechtenstein. Mereka biasanya tidak terlalu fasih Bahasa Inggris apalagi Bahasa Jerman. Oleh karenanya, mereka kesulitan untuk memahami panduan wisata yang diputar melalui CD pada city train. Oleh sebab itulah, Daniel memintaku untuk membuatkan terjemahan isi panduan dan membuatnya pada CD untuk diputar ketika rombongan wisata Indonesia menggunakan jasa city train nya.

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s