Strasbourg – Ibu Kota Eropa

Veröffentlicht: Dezember 27, 2010 in Ekskursi

Manuel, salah seorang temanku dari Paraguay mengolok-olokku dengan berkata, «Iwa, kalau kulihat-lihat pakaian atasmu cocok untuk musim dingin. Tapi bagian bawah untuk musim panas.» Ia berkata demikian karena ketika itu aku mengenakan jaket agak tebal. Akan tetapi bukannya mengenakan sepatu, aku ketika itu malah mengenakan sandal gunung. Manuel sebetulnya berasal dari Spanyol, namun sekarang tinggal di Paraguay. Kami dan puluhan peserta seminar lainnya pada hari sabtu di musim panas itu pergi ke kota Strasbourg di Prancis. Seminar bertema „Deutsch für den Tourismus und Wirtschaft“ tersebut diselenggarakan di kota Freiburg im Breisgau, Jerman, dan berlangsung selama dua minggu.

Pada weekend pertama, semua peserta seminar dari seluruh dunia tersebut diajak jalan-jalan mengunjungi ibu kota Eropa. Aku adalah orang Asia satu-satunya dan peserta paling muda di antara mereka. Maka tidak heran, teman-temanku selalu penasaran denganku. Mereka bertanya padaku tentang asal negara, makan khas, hingga politik .

Dengan menggunakan ICE (IntercityExpress), perjalanan dari kota Freiburg im Breisgau di Jerman menuju Strasbourg di Prancis yang berjarak sekitar 92 kilometer cukup ditempuh satu jam delapan menit. Hampir sehari penuh kami berada di kota Strasbourg ini. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Straßburger Münster.

Straßburger Münster atau dikenal dengan nama lain Katedral Notre Dame adalah gereja  Katolik Roma  dan salah satu katedral yang paling penting dalam sejarah arsitektur Eropa. Katedral dengan bangunan pasir terbesar di dunia ini dibangun pada tahun 1176-1439 dan bergaya gothic. Sementara itu, tinggi menaranya adalah 142 meter. Ada perpaduan budaya Jerman dan Prancis pada bangunan katedral ini. Saat itu cuaca akhir musim panas menjelang musim gugur memang sangat terasa. Angin berhembus cukup kencang, bahkan hujan gerimis menghiasi perjalanan kami.

Pada saat pemandu wisata menjelaskan berbagai nilai sejarah tentang bangunan dan sudut-sudut kota, salah seorang temanku dari Kuba yang sudah cukup berumur memintaku mengambil gambar dengan kameranya. Saat itu ia dengan malu-malu meminta padaku, karena kameranya masih menggunakan rol film padahal semua teman lainnya sudah memakai kamera digital.

Tidak jauh dari sana kami kemudian menuju sebuah tempat yang sangat indah. Di tempat ini  rumah-rumahnya bergaya arsitektur kuno. Nama tempat itu adalah La Petite France. Tempat ini merupakan representasi Prancis di masa lampau.

Saat makan siang tiba, kami semua menuju ke sebuah restoran yang sangat khas dan menawarkan makan spesial bernama « Flammkuchen ». Bentuk serta penyajiannya hampir sama seperti Pizza. Namun, permukaannya lebih tipis. Rombongan kami yang berjumlah 30 orang hampir mengisi penuh restoran yang bernama Restaurant Le Gruber, yang letaknya tidak jauh dari katedral. Satu persatu Flammkuchen pesanan kami tersebut keluar. Satu loyang untuk bertiga kami makan beramai-ramai. Dalam sekejap makanan itu seolah hilang begitu saja dari hadapan kami. Datanglah yang kedua, ketiga dan seterusnya. Sampai-sampai kami semua merasa kekenyangan.

Mengingat waktu yang tidak banyak, maka kami melanjutkan perjalanan berikutnya. Kami mengunjungi beberapa lembaga Uni Eropa seperti Parlemen Eropa, Pengadilan Hak Asasi ManusiaOmbudsman, dan masih banyak lagi institusi Uni Eropa lainnya yang berkedudukan di kota ini. Sehingga tidak heran, jika kota Strasbourg disebut sebagai ibu kota Eropa.

Empat tahun kemudian…

Aku dan beberapa keluarga Indonesia yang sekarang sedang tinggal di Swiss kembali dapat mengunjungi kota Strasbourg. Kami pergi berkendaran pada hari natal dari kota Bern menuju ke sana. Ada nuansa lain saat dapat kembali melihat kota yang indah ini, aku sangat senang bisa bernostalgia ke masa lalu.

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s