10.10.10 “Time is money”

Veröffentlicht: Oktober 10, 2010 in Lain-lain

Waktu memang sungguh sangat berharga. Tidak percaya? Coba tanyakan pada mereka yang hanya telat satu menit saja di stasiun kereta api. Terlebih pada saat musim dingin di negara-negara yang memiliki empat musim seperti di Eropa. Selain tertinggal kereta kita juga akan membeku kedinginan. Maka jangan pernah menyepelekan waktu, karena seperti pepatah di dalam Bahasa Jerman mengatakan „Wer zu spät kommt, den bestraft die Welt“ (Siapa yang datang terlambat, maka dunialah yang akan menghukumnya).

***

Pada hari sabtu kemarin, aku pergi ke kota Solothurn untuk melihat pertandingan bulutangkis. Aku baru tahu belakangan ini bahwa negara Swiss ternyata memiliki liga bulutangkis nasional. Di kota Solothurn kebetulan ada teman dari Indonesia yang bermain membela kanton Solothurn. Dia adalah Titon Gustaman dan merupakan mantan pemain PBSI yang dikontrak untuk bermain di sana sebagai pemain asing sekaligus pelatih. Pemain Indonesia yang berkiprah di liga bulutangkis Swiss ini tidak hanya di kanton Solothurn, melainkan juga tersebar di beberapa kanton lainnya. Pertandingan memainkan delapan partai, yaitu satu tunggal puteri, satu ganda puteri, dua tunggal putera, satu ganda campuran, dan tiga ganda putera. Pertandingan sangat menarik untuk ditonton. Hari ini kanton Solothurn bertemu dengan kanton Fribourg. Total peserta yang bermain di liga ini ada 9 kanton.

Selesai pertandingan aku dan Titon langsung kembali ke rumah diantar oleh salah satu kru dari tim Solothurn. Kami tidak mengikuti undangan makan dari para pemain, karena hari sudah larut. Selain itu, keesokan hari akan ada pertandingan selanjutnya melawan kanton St. Gallen.

Hari minggu pagi sekitar pukul 09.20 kota Solothurn masih berkabut. Kami berdua menuju ke stasiun kota dengan berjalan kaki. Kereta menuju kota Bern berangkat pada pukul 09.48. Jarak apartemen ke stasiun jika dicapai dengan bis hanya beberapa menit saja. Tapi karena ini hari minggu dan bis tidak beroperasi, maka kami harus berjalan kaki. Waktu kami untuk menuju ke sana tidaklah banyak. Maka kami harus berlari-lari. Itung-itung olahraga di pagi hari, dalam pikiranku. Pukul 09.47 kami tiba di stasiun dan aku harus membeli tiket terlebih dahulu. Aku membeli tiket Bern-Solothurn via Burgsdorf. Tapi sialnya kereta tersebut pergi meninggalkanku saat aku menunggu uang kembalian dari mesin tiket kereta.

Akupun harus menunggu kereta selanjutnya. Aku putuskan untuk pergi dengan kereta yang jam 10.59 karena harus sudah berada di Bern sebelum jam 11.00 untuk menghadiri acara berikutnya. Pada saat di kereta menuju ke kota Biel tepat pukul 10.10 seorang kondektur memeriksa tiket. Aku menunjukkan tiketku padanya. „Merci!“ ucap kondektur tersebut. Tapi selang lima menit kemudian ia mendatangiku lagi dan memintaku menunjukkan tiketku lagi. Ternyata tiket yang aku beli tadi tidak berlaku. Aku harus membeli tiket baru seharga CHF 15, 40 lebih mahal CHF 10 karena aku membelinya di atas kereta dan itu hanya berlaku sampai stasiun Biel. Aku bisa menukarkan tiket yang aku beli sebelumnya seharga CHF 8,60 di stasiun Biel katanya. Kondektur tersebut pun menulis catatan di belakang tiket yang aku beli sebelumnya.

Sampai stasiun kota Biel aku harus ganti kereta yang menuju ke Bern dan aku masih memiliki waktu 8 menit. Aku pun antri di loket untuk menukarkan tiketku tersebut dengan uang. Tapi perempuan di loket tersebut mengatakan kalau tiketku tidak dapat ditukarkan dengan uang, karena tiket baru bisa ditukar dengan batas minimal CHF 20 yang aku coba mengerti dari perempuan tersebut. Aku pun diharuskan membeli tiket berikutnya dari Biel ke Bern seharga CHF 7,40. Sambil sedikit emosi aku bertanya pada perempuan tersebut, „Kalau begitu, saya berarti harus membeli tiket tiga kali dong!“. Karena tidak mau panjang lebar di waktu yang tidak banyak, maka aku membeli tiket tersebut dan kembali berlari menuju kereta. Setelah aku hitung keseluruhan sekali jalan menggunakan kereta dari Solothurn menuju Bern karena kesalahan tadi adalah sebanyak CHF 31,40 untuk jarak sejauh kurang lebih 43 kilometer saja. Aku sampai berpikir apakah mungkin ini kutukan angka kembar 10.10.10 jam 10.10?

Kommentare
  1. lurah zurich sagt:

    lha itu masalahnya kalau belinya salah, terutama kalau pakai kata „via“…

  2. gustaman sagt:

    bener sob ayeuna mah percaya kan ka tanggal 10-10-10 jam 10.10 teh jadi kejadian ini bisa diingat smp nanti jadi kakek2………………

  3. tante bern sagt:

    besok lagi ngga usah nungguin balikan duit dari mesin tiket :))
    gue bakalan ngantri di belakang lu biar dapat sisa duitnya

  4. iwa sobara sagt:

    @ pak lurah: yang kudu disalahin itu Titon hehehe,,,dia soalnya pake GA jadi asal nyuruh naek aja sama orang🙂
    @ Titon: gue senyam-senyum sepanjang perjalanan pulang…bodoh bgt!!!
    @ Tante: tante yang mana nih ngomong2??? terlalu banyak tante soalnya :)) boleh2,,nanti silahkan antri persis belakang gue aja biar dpt kembalian, itung2 infaq lah.

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s