Salju di Musim Panas

Veröffentlicht: September 26, 2010 in Ekskursi

Herbstssemester atau semester musim gugur tahun ini sudah berlangsung selama seminggu ini. Akan tetapi, perkuliahan selama seminggu tersebut belum berjalan dengan intensif. Kebanyakan profesor biasanya akan memberikan perkuliahan pada minggu kedua. Kalaupun ada perkuliahan sifatnya hanya sebatas perkenalan program selama satu semester ke depan.

Setelah libur musim panas selama hampir empat bulan, mahasiswa kini sudah harus kembali pada rutinitas kesehariannya. International Office Universitas Bern melalui salah satu stafnya memberitahukan kepada seluruh penerima beasiswa pemerintah Swiss, bahwa pada hari sabtu ini kami akan diajak piknik ke danau yang bernama Oeschinensee di daerah Kandersteg, Swiss. Untuk tahun ini komisi pemberi beasiswa (ESKAS) khusus di Universitas Bern menerima 24 mahasiswa dari berbagai negara untuk melanjutkan studi ataupun melakukan riset di universitas. Dari ke 24 negara itu di antaranya adalah dari Polandia, Rusia, Kossovo, Brasil, China, Mongolia, Tunisia, Amerika Serikat, Kuba, Indonesia dan beberapa negara lainnya. Seperti biasanya undangan dikirimkan sebulan sebelum pelaksanaan dimulai melalui surat elektronik.

Edisi perdana wisata kelompok kami yang baru ini diikuti oleh 14 mahasiswa. Tiga diantaranya termasuk aku merupakan mahasiswa yang berasal dari tahun sebelumnya. Selainnya baru datang di Swiss tahun ini. Di depan Migros Take Away di stasiun utama kota Bern tempat kami bertemu pada pukul 8.30 pagi ini masih belum terlihat teman kami lainnya, termasuk perwakilan dari kampus. Kami memang baru akan pergi menggunakan kereta menuju Thunersee pada pukul 09.04. Tapi tidak lama kemudian, satu persatu mulai berdatangan. Mereka menyempatkan diri untuk membeli sarapan serta makan siang di sini.

Dari stasiun Bümpliz Nord dekat tempat tinggalku menuju ke stasiun kota aku pergi bersama-sama dengan temanku dari Ambon yang juga mengambil jurusan yang sama di kampus, serta seorang gadis asal negeri beruang putih. Ia tidak mengambil kuliah reguler seperti kami melainkan hanya melakukan riset. Di negaranya ia sebetulnya kuliah Bahasa Jerman, namun karena lama tidak digunakan maka ia hampir lupa semua apa yang sudah dipelajarinya selama dibangku kuliah. Seperti halnya kebanyakan teman yang lainnya Tatiana baru datang dua minggu yang lalu.

Kereta yang akan membawa kami menuju kota Thun telah tiba dan sangat tepat waktu meninggalkan stasiun kota Bern ini. Karena kami pergi dengan banyak orang, maka biasanya harus terlebih dahulu reservasi tempat. Pagi ini aku juga melihat rombongan anak-anak kecil yang lebih besar jumlahnya menggunakan kereta yang sama dengan kami. Di salah satu gerbong sudah ditempel nama kampus kami. Aku duduk dengan Tatiana. Sepanjang perjalanan ia lumayan banyak bercerita. Karena lupa Bahasa Jerman, maka lebih memilih berkomunikasi denganku dengan Bahasa Inggris. Ia meminta padaku untuk mengambilkan fotonya selama di tempat wisata nanti.

Tibalah kami di stasiun kota Thun. Cuaca yang memang diperkirakan hujan pada hari sabtu ini membuat kami tidak begitu nyaman saat berjalan kaki karena hujan dan membuat kami basah kuyup meski berjalan dilindungi payung. Tujuan kami pertama adalah kami akan menyusuri danau yang bernama Thunersee dengan menggunakan kapal. Waktu yang ditempuh adalah sekitar 30 menit. Pada tahun lalu aku sebetulnya sudah melakukannya dan  juga bersama rombongan kampus. Di tengah perjalanan ketika aku berada di toilet kapal seorang teman lain dari Costa Rica menghubungiku ke telepon genggamku. Ia seperti biasanya selalu datang terlambat. Begitupun pada pagi ini. ia kesiangan bangun tidur. Ini sepertinya kali kelima baginya tidak bisa mengikuti acara jalan-jalan ini karena kesalahannya sendiri. Awalnya dia ingin menyusul kami, tapi ketua rombongan kami menyarankan agar dia tidak usah datang mengingat rutenya sedikit rumit.

Di dalam kapal kami terpaksa harus duduk di restoran, karena di luar ruangan kapal hujan. Kami mau tidak mau harus sambil memesan makanan atau minuman. Untuk menghangatkan tubuhku aku memesan secangkir Latte Macchiatto. Akan tetapi hampir semua teman-temanku tidak memesan apapun. Pada saat pelayan datang aku hendak membayar kopi tersebut, namun aku beruntung tidak perlu membayarnya sendiri karena dibayar oleh panitia.

Dari Kandersteg yang berada di daerah Berner Oberland kami harus mencapai danau yang berada di ketinggian 1’578 m  di atas permukaan laut dengan menggunakan Gondola. Kereta gantung yang memuat 6 orang dewasa ini berjalan melewati lereng pegunungan. Di bawah kami bisa melihat hewan-hewan ternak seperti sapi atau kambing sedang lahap merumput. Tidak labih dari 7 menit kami sudah berada di puncak gunung. Begitu tiba kami lalu disambut oleh butiran-butiran salju yang begitu indah turun pada siang ini. Padahal ini baru bulan sepetember, akan tetapi di tempat ini salju sudah turun pada suhu udara sekitar 6°C.

Setelah melakukan perjalanan panjang ternyata kami belum sampai di danau Oeschinensee. Dari sana kami masih harus berjalan kaki lagi selama kurang lebih 20 menit. Untungnya pada saat itu aku sudah memperkirakan bahwa kemungkinan turun salju pasti ada. Oleh karenanya semua pakaian musim dingin mulai dari jaket, syal, kaos tangan, payung serta topi aku bawa. Sementara kebanyakan teman lainnya tidak menyangka akan turun salju. „Sie sind clever.“ (Anda pintar sekali)  ucapan yang terlontar dari ketua kelompok kami. Karena dia sendiri tidak membawa payung dan harus berjalan basah kuyup meski megenakan jaket musim salju.

Namun, ada musibah pada diriku. Sepatu yang aku kenakan ternyata sepatu musim panas yang tentunya tidak cocok dipakai di atas permukaan jalan licin bersalju. Selain itu sepatu serta kaos kakiku betul-betul basah dan tidak nyaman digunakan. Satu kesalahan fatal karena kekhilafanku.

Akhirnya kami tiba juga di tempat tujuan kami. Oeschinensee dengan airnya yang berwarna biru. Indah sekali. Terlebih dari kejauhan kita dapat melihat pegunungan Alpen dengan lapisan salju abadinya. Hujan salju yang turun pada hari ini membuat kami tidak dapat menikmati pemandangan sekitar danau dengan berlama-lama di luar ruangan. Kami semua masuk ke dalam sebuah restoran yang letaknya persis di pinggir danau tersebut. Aku dan beberapa teman yang lain sengaja memilih tempat di dalam ruangan tersebut di dekat perapian untuk menghangatkan badan yang betul-betul kedinginan karena sepatu serta kaos kakiku yang basah. Namun, ideku seketika itu muncul untuk melepas sepatu dan kaos kakiku dan meletakkannya di dekat perapian. Temanku dari Kirgistan ternyata mengikuti ide konyolku itu. Jadi selama berada di restoran tersebut kami berdua tidak mengenakan sepatu karena kami jemur.

Seperti biasanya kalau kami piknik, saat makan siang kami hanya ditraktir minum oleh pihak pemberi beasiswa. Untuk makan kami harus membayar sendiri. Aku yang tidak membeli makan siang saat pagi tadi memesan „Yeti maccaroni“. Salah satu menu yang disajikan di Berghaus, restoran tersebut. Harganya 18.90 Swiss Frank. Rasanya enak sekali. Aroma kejunya sangat kental, identik dengan makanan khas Swiss lainnya. Sayang sekali cuaca hingga kami meninggalkan tempat itu tidak juga berubah. Padahal seminggu sebelumnya cuaca di kota ataupun di seluruh negeri ini sangat bagus sekali. Hari-hari terakhir di musim panas untuk tahun ini. matahari bersinar hingga pukul 7 malam. Tapi meskipun begitu kami tetap senang dengan perjalanan kami hari ini. Satu sama lain bisa saling mengenal lebih jauh tentang studi, negaranya masing-masing dan hal-hal menarik lainnya.

Saat perjalan kembali ke kota Bern, salah satu temanku dari Kirgistan bertanya padaku. Pertanyaan lucunya itu muncul setelah ia tahu bahwa aku mengajar di sebuah universitas di Indonesia. Pertamanya ia menanyakan usiaku. Saat aku jawab ia betul-betul keheranan, karena menurutnya selama ini aku masih sangat muda. Maka pertanyaan berikutnya adalah, „Iwa, di negaramu orang-orang pakai krem muka (Hautcreme) apa agar orang bisa selalu terlihat lebih muda?“.

Foto Gondola: www.swisstravelsystem.ch

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s