Ledakkan dirimu di Singapura

Veröffentlicht: August 29, 2010 in Ekskursi

Sekilas Sejarah Singapura

Pada sebuah catatan China abad ketiga disebutkan negeri yang kita kenal sekarang dengan sebutan Singapura ini, dulu diberi nama „Puluo-chung“ atau sebuah pulau yang terletak di ujung semenanjung. Hingga abad ke-14 tidak ada catatan sejarah lain mengenai pulau ini. Nama Temasek atau Kota Laut disebut-sebut menjadi nama baru  bagi Singapura pada abad ke-14. Nama tersebut dirasa sesuai untuk menggambarkan keadaan alam Singapura saat itu yang menjadi persilangan rute pelayaran di semenanjung Malaya. Keadaan ini hingga sekarang masih tetap berlangsung dan menjadikan Singapura sebagai salah satu pelabuhan tersibuk di dunia.

Pada abad ke-14 diceritakan di dalam sejarah, bahwa telah datang seorang sultan ke negeri ini. Sang sultan menyangka seekor harimau sebagai seekor singa. Dahulu kala di negeri ini orang tidak mengenal binatang singa. Dari sanalah nama „Singa Pura“ atau „Kota Singa“ muncul. Hingga kini nama tersebut tetap digunakan dan diabadikan.

Kedatangan kolonial Inggris pada abad ke-18 ke tempat ini membuka babak sejarah baru Singapura. Bagi kolonial Inggris, Letak Singapura yang strategis ini cocok untuk digunakan sebagai tempat singgah  sembari  beristirahat, mengambil bahan makanan serta melindungi armada kerajaan yang sedang berkembang. Dengan alasan politis itulah, Sir Stamford Raffles mendirikan Singapura sebagai suatu pangkalan dagang. Pada tahun 1819 Singapura modern pun didirikan. Hanya berselang lima tahun populasinya bertambah pesat dari hanya 150 jiwa menjadi 10.000 jiwa.

Esplenade – Theatres on the Bay

Hari jumat pagi kota Singapur diguyur hujan. Berbeda dengan hari sebelumnya pada saat matahari memancarkan sinar hangatnya hingga sore hari. Hari ini kami keluar untuk berjalan-jalan dengan membawa payung dan mengenakan baju hangat. Tujuan pertama kami kali ini adalah Esplenade. Tempat ini berlokasi tidak jauh dari mulut Sungai Singapura. Dari kejauhan kita bisa melihat gedung yang memiliki konsep arsitektur sangat berbeda dengan yang lainnya. Tampak terlihat seperti dua buah durian raksasa. Di gedung ini terdapat sebuah Concert Hall yang yang berkapasitas 1.600 tempat duduk serta gedung teater yang memiliki lebih dari 2.000 tempat duduk.  Bangunan yang berdiri di atas lahan sekitar enam hektar ini sengaja diciptakan sebagai pusat kegiatan kebudayaan. Tempat ini secara resmi dibuka pada 12 Oktober 2002 dan menghabiskan dana sekitar 600 juta Dollar Singapura.

Kami melihat-lihat gedung ini sesaat. Di dalam gedung terdapat juga sebuah mall. Namun, pada pagi itu tidak terlihat banyak pengunjung. Di salah satu sudut gedung, kami melihat sebuah tempat yang bernama „Jendela“ dan karena penasaran kami pun memasuki ruangan tersebut. Di ruangan yang memiliki luas 215 meter kuadrat ini biasanya digelar pameran seni, seperti lukisan ataupun koleksi seni lainnya. Saat kami berkunjung sedang ada presentasi karya dari Michael Angelo. Ruangan ini dilengkapi dengan dua buah komputer lengkap dengan printer. Para pengunjung dapat berkreasi dengan mewarnai sebuah gambar orang yang kemudian bisa dicetak menggunakan printer. Kami tidak ketinggalan untuk berkreasi. Setelah diberi nama yang membuat karya, maka gambar berukuruan foto 3R ini ditempel di tembok. Satu ruangan hampir terisi penuh oleh gambar-gambar tersebut.

Merlion


Dari „Jendela“ kami menuruni tangga gedung ke bagian belakang. Di sini kita bisa melihat „Merlion“ (Singa Laut) yang merupakan ikon dari kota atau juga maskot negeri ini dari kejauhan. Hampir semua orang di dunia telah mengenal figur dari patung yang berbadan ikan tetapi berkepala singa ini. Nama „Merlion“ merupakan kombinasi dari dua buah kata „mer“ yang berarti laut, dan „lion“ singa. Bagi turis asing maskot kota ini wajib untuk didatangi dan berfoto dengan latar belakang maskot tersebut.

Patung Merlion memiliki tinggi 8,6 meter dan berat 40 ton. Patung ini terbuat dari semen, yang pada bagian tubuhnya terbuat dari porselen. Pendanaan untuk proyek ini adalah sekitar 165.000 Dollar Singapura.

Marina Bay Sands

Terletak di seberang di mana patung Merlion berada, bisa kita lihat sebuah gedung yang menjulang tinggi. Tiga buah gedung sebagai tiang penyangga dari sebuah bangunan yang memiliki konsep sebuah kapal besar tampak elegan. Gedung ini relatif masih baru dan bernama Marina Bay Sands. Tempat ini kini menjadi salah satu tujuan wisata tersendiri bagi para turis. Fasilitas yang ditawarkan di sini diantaranya adalah kamar hotel yang berjumlah 2.500 kamar dan suite mewah, area judi bergaya Las Vegas, mall, restoran, teater, tempat eksibisi dan konvensi tingkat dunia, serta museum. Letaknya persis berada di jantung negeri Singapura. Atap gedung yang menggambarkan sebuah `kapal pesiar`   atau Sands SkyPark memberi kita kesempatan untuk dapat melihat keindahan seluruh kota ini dari ketinggian 200 meter di udara.

Sentosa Island

Meskipun ini bulan puasa, tapi bukanlah penghalang kami untuk tetap mengeksplorasi negeri ini dengan segala bentuk penawaran wisatanya. Sore ini selepas berbuka puasa kami berencana untuk menuju ke sebuah tempat yang bernama Sentosa Island. Dengan MRT ke arah Harbour Front dari Little India kami bergegas setelah berbuka puasa. Di sana kami ingin melihat pertunjukan yang sangat megah yang bertajuk „The Songs of the Sea“.

Sentosa merupakan salah satu tempat hiburan favorit turis di kota Singapur. Berbagai macam hiburan ditawarka sepanjang tahun di sini. Akses menuju tempat ini pun sangat mudah. Hanya 15 menit dari pusat kota. Sentosa merupakan suatu atraksi wisata tersendiri, yaitu gabungan dari tempat rekreasi keluarga, olahraga laut, golf, penginapan, dan tempat istirahat serta menghabiskan malam bersama orang-orang terdekat. 60 persen pulaunya seluas 500 hektar diselimuti oleh sebuah hutan hujan buatan. Selain itu bibir pantainya yang berpasir putih terbentang sejauh 3,2 kilometer menambah keindahan tersendiri tempat ini.

Beberapa tempat yang bisa kita kunjungi di sini antara lain: Wave House Sentosa (tempat berselancar dengan ombak tinggi buatan), Skyride, MegaZip Adventure Park, Underwater World Singapore & Dolphin Lagoon, Sentosa Nature Discovery, dan Songs of the Sea.

Kami tertarik untuk menyaksikan pertunjukan Songs of the Sea pada malam hari ini. Pertunjukannya sendiri digelar setiap harinya yaitu pada pukul 19.40 dan 20.40 dan berdurasi sekitar 45 menit. Untuk dapat menyaksikan pertunjukan penonton dikenakan biaya masuk 10 Dollar per orang. Pertunjukan digelar tepat di bibir pantai dan berkapasitas ratusan penonton. Pada saat kami berada di sana cuaca tidak terlalu bagus. Hujan gerimis mengguyur hampir sepanjang pertunjukan. Akan tetapi, pertunjukan tetap berjalan baik pada saat cuaca cerah ataupun hujan. Ketika hujan, para penonton dapat membeli jas hujan yang terbuat dari plastik transparan seharga 2 Dollar.

Pertunjukan berdurasi 45 menit ini menawarkan kesenangan tersendiri. Pertunjukan yang merupakan gabungan dari musik serta nyanyian, air mancur spektakuler, piroteknik teatrikal, efek komputer, dan semburan kobaran api yang betul-betul menggetarkan pengunjung sungguh sangat menakjubkan. Adapun jalan ceritanya cukup sederhana, tetapi efek dari semuanya itu bisa membuat penonton terpesona.

Keranjingan Belanja di Mustafa Centre

Kurang dari pukul 22.00 kami telah kembali menuju ke pusat kota. Malam hari ini cuaca tidak menentu. Jika sebelumnya gerimis turun, maka pada kami meninggalkan Sentosa cuaca cerah kembali terlihat di langit Singapura. Kami putuskan untuk menuju ke pusat belanja yang sangat besar, komplit serta murah di kota ini. Mustafa Centre. Tempatnya berada di sudut Serangoon dan Syed Alwi road, masih di seputaran Little India. Pertokoan ini buka selama 24 jam non stop dan merupakan gudangnya barang-barang yang luar biasa. Dari tampak luar, pusat pertokoan ini memang tidak menarik untuk dikunjungi, namun jika kita memasukinya pasti siapapun akan tergoda untuk membeli barang murah berkualitas dunia. Perlu barang apapun ada di sini. Mulai dari Tshirt, cendera mata, parfum impor, tas dan koper, DVD, CD, emas, jam tangan berbagai merek internasional, kamera, dan masih banyak lagi. Hingga tengah malam, pengunjung masih juga terlihat sibuk untuk menghabiskan uang mereka dan tergiur dengan barang-barang super murah.

Salah satu temanku membeli koper besar dengan harga yang sangat murah dibandingkan dengan di tempat-tempat lain. Setelah beberapa jam kami menyibukkan diri dengan membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang, maka kami pun meninggalkan tempat tersebut. Dari Mustafa kami cukup berjalan kaki menuju Little India. Di sebuah kedai makanan India bernama Shakuntala, kami berhenti dan berniat untuk makan. Hitung-hitung sebagai makan sahur kami. Namun, lucunya ketika seorang pelayan keturunan India berbicara bahasa Inggris pada kami beraksen India yang tidak begitu kami fahami. Ia menawarkan menu makanan di sana. Kami memesan nasi kari ayam dan sapi serta minuman. Pelayan kemudian menanyakan pada kami, barangkali ada pesanan kami yang lain. Pada menu yang kami baca, kami hanya melihat nama makanan bernama asli India. Kami pun hanya berkata „Cukup, itu saja!“. Beberapa saat kemudian, makanan datang ke hadapan kami. Ternyata nasi kari yang kami pesan tadi itu hanya terdiri atas nasi dengan kuah karinya saja tanpa daging di dalam kuahnya. Terheran-heran kami dibuatnya. Kami kira kuah kari tersebut sudah dilengkapi dengan daging ayam atau sapi. Tapi ternyata hanya kuah saja. Maka, kami pun memesan daging yang ditawarkan pelayan tadi. Menyadari hal itu kami hanya bisa tertawa. Setelah kami pikir-pikir, memang tidak mungkin dengan harga 1,5 Dollar kita dapat makan kari lengkap tersebut. Makan sahur tadi menutup perjalanan kami pada hari ini. Kami pulang berjalan kaki menuju hostel dari Little India dengan membawa koper yang berisi penuh belanjaan dari Mustafa.

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s