Dan Negeri Singa pun Takluk

Veröffentlicht: August 29, 2010 in Ekskursi

Jurong Bird Park

Setelah sehari sebelumnya berkeliling mengitari kota Singapura melihat Songs of the Sea di Sentosa Island dan berbelanja di Mustafa Centre, pagi ini kami hendak pergi ke Jurong Bird Park. Negeri sekecil Singapura ini memiliki sebuah taman burung terbesar di Asia. Padahal jika dilihat dari asal-muasal burung yang ada di sini hanya sedikit atau bahkan sangat minim yang berasal dari dalam negerinya sendiri. Jika dibandingkan dengan negeri kita Indonesia yang kaya akan spesies burung yang bisa kita lihat di sini, maka kita perlu belajar banyak hal dari negeri kecil ini. Bagaimana mereka menjadikan taman ini sebagai atraksi wisata yang banyak diminati wisatawan mancanegara.

Satu hari berkunjung ke tempat ini dirasa tidaklah cukup, karena setiap sudutnya menawarkan atraksi wisata yang sangat menarik. Tidaklah heran, jika Michelin`s Green Guide memberikan penilaian dua buah bintang pada tman burung di Singapura ini. Itu artinya, bahwa tempat ini direkomendasikan untuk dikunjungi wisatawan. Sementara tiga bintang berarti bahwa obyek wisata itu harus dikunjungi.  Michelin`s Green Guide dirancang untuk membantu para wisatawan menemukan tujuan wisata dengan atraksi wisata luar biasa dan memberikan penilaian dengan bintang.

Jurong Bird Park merupakan rumah bagi sekitar 600 spesies burung dari seluruh dunia. Di sini, kita dapat sarapan bersama burung nuri dan pelikan. Atau makan siang sambil menikmati atraksi dari burung flamingo. Selain itu, kita juga dapat menikmati Bird`s Eye Tour, memberi makan makan burung parkit di Lory Loft, menonton pertunjukan Birds of Prey (Burung Pemangsa), atau mengunjungi Bird Discovery Centre. Tidak ketinggalan sebuah air terjun buatan tertinggi di dunia bisa kita lihat di sini.

Orchard Central: Surga Belanja  Dunia

Setelah puas dari pagi hingga sore hari berada di taman burung, kami kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke Orchard Central.  Dari Jurong Bird Park kami memilih MRT menuju ke sana. Ini merupakan rute terpanjang kami, karena kami harus melalui lebih dari 20 stasiun MRT untuk menuju ke sana.

Orchard Central merupakan mal vertikal Singapura pertama yang menawarkan produk-produk berkelas dunia dan juga barang seni terkemuka internasional. Selain itu, kita dapat menyantap berbagai makanan dari berbagai negara di sini, baik itu bertempat di atas atap gedung atapun di dalam bawah tanah. Kami memilih di bawah tanah untuk berbuka puasa kami pada hari ini, karena sebelumnya bisa melihat-lihat dan berbelanja penawaran obral besar-besaran di tempat ini.

Sebelumnya kami bersantai terlebih dahulu di depan gedung pertokoan sambil melihat-lihat kehidupan meriah kota ini. Tepat di depan kami duduk ada seorang penjual King`s Ice Cream. Penjualnya adalah seorang pria berusia sekitar 50an tahun. King`s Ice Cream dijual di roda-roda seperti halnya penjual es krim di tanah air. Bedanya adalah bentuk es krimnya yang persegi seukuran batu bata dipotong menjadi seukuran sabun mandi dan dilapisi dengan roti tawar yang lembut. Harga es krim ini hanya satu Dollar saja. Berbagai rasa bisa kita coba, mulai dari cokelat, blueberry,  kacang, dan masih banyak lagi. Begitu waktu memasuki buka puasa, maka kami memesan es krim tersebut.

Ribuan orang sepertinya selalu memenuhi pusat-pusat pertokoan di Orchard ini. Kebanyakan dari mereka berburu merek-merek mewah internasional seperti Wolford, Stefano Ricci, Moiselle, Salvatore Ferragamo, Prada, Burberry, Cartier, CHANEL, Hugo Boss, hingga Louis Vuitton. Aku banyak menemukan pembeli barang-barang mewah tersebut ternyata berasal dari tanah air. Dengan senang dan bangganya misalnya seorang ibu membeli produk tas genggam Louis Vuitton seharga puluhan juta rupiah. Hal itu dia abadikan dengan berpose di depan tulisan merek terkenal tersebut, yang berada di Paviliun kristal „mengambang“.

Setelah selesai makan, kami lalu melanjutkan perjalan berikutnya ke Clarke Quay untuk kedua kalinya. Tempat ini memang cukup nyaman untuk menghabiskan malam kami di Singapura. Terlebih malam ini adalah malam minggu. Suasana cukup semarak.

China Town

Hari terakhir di Kota Singa, kami mengunjungi China Town. Tempat ini merupakan sebuah pusat budaya dari para imigran China dahulu kala. Di sini, para pedagang China yang ulet tersebut menjual barang-barangnya di rumah toko tua yang berasal dari zaman sebelum perang. Di perkampungan yang sangat luas ini, kita bisa mendapatkan produk-produk China asli seperti teh, herbal, obat-obatan, bahan makanan, sutra, cheongsam, kerajinan tangan, barang-barang rumah tangga, bahkan barang antik.

The Youth Olympic Games (YOG)

Di sepanjang kami berjalan-jalan tersebut, banyak kami temukan rombongan-rombongan anak muda berseragam olah raga yang berasal dari berbagai negara. Hari ini kami kami melihat tim Bola Basket Ukraina, ada juga dari Australia, AS, dan masih banyak lainnya. Di Singapura ternyata pada tanggal 14 hingga 26 Agustus ini sedang diselenggarakan The Youth Olympic Games (YOG). YOG atau olimpiade musim panas pertama yang dikhususkan untuk remaja berusia sekitar 14-18 tahun. Ide yang sudah dimunculkan mulai tahun 2001 ini baru terwujud sembilan tahun kemudian di Singapura ini. singapura terpilih sebagai tuan rumah pertama olimpiade ini setelah menyisihkan beberapa kota lainnya seperti Moscow, Bangkok, dan Turin. sekitar 3.500 atlet berbagai cabang olah raga turun memperkuat negaranya. Sementara itu ada sekitar 875 offisial yang juga turun tangan pada acara ini. Acara yang menghabiskan dana sekitar 30 juta US Dollar ini menekankan pada pendidikan serta kebudayaan, dan mengambil tema „Learning to know, learning to be, learning to do, and learning to live together.“ Rencananya untuk Olimpiade yang sama di musim dingin akan dihelat pada tahun 2012 di Innsbruck, Austria.

Changi Airport

Pesawat yang kami tumpangi menuju Jakarta sore hari ini akan lepas landas pada pukul 19.10. penumpang sudah bisa check in mulai dari pukul 17.10. Kami sudah berada di bandara beberapa jam sebelumnya. Itu sengaja kami lakukan, karena kami ingin tahu banyak bandara yang paling menawan di Planet Bumi ini di samping kami harus mengurus GTS atau pengembalian pajak atas barang-barang belanjaan kami.

Dari beberapa bandara yang pernah aku singgahi sebelumnya, bandara Changi di Singapura ini memang memiliki fasilitas super lengkap. Penumpang begitu dimanjakan dengan tempat-tempat menarik di sini. Mulai dari tempat berbelanja, tempat makan, tempat beristirahat sebelum melakukan perjalanan jauh, layanan internet gratis dengan akses cepat, dan masih banyak lainnya. Itu sangat berbanding terrbalik dengan bandara internasional yang kita miliki di Jakarta. Beberapa minggu sebelumnya malahan terjadi mati lampu di bandara tersebut. Sebuah kejadian yang baru pertama kalinya di dunia untuk sebuah bandara berkelas internasional. Sepintas lalu, berjalan-jalan di bandara Changi ini tidaklah berbeda dengan kita berjalan-jalan di sebuah pusat pertokoan.

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s