Berlin Exkursion (1)

Veröffentlicht: Juni 29, 2010 in Ekskursi

Hari pertama Tour

Hari sabtu pukul 10.30, kami sudah berkumpul di depan gedung Reichstag atau gedung DPR Jerman. Kedua profesor kami sudah berada di sana. Begitupun teman-teman lainnya yang tidak pergi bareng dengan kami dari hostel. Materi pertama adalah mengenai informasi umum tentang Berlin mulai dari zaman gletser sekitar 475.000 tahun yang lalu, saat memasuki perang dunia kedua, hingga Jerma bersatu. Materi dibawakan oleh seorang autor buku yang berjudul „Wo steht das Kanzleramt?“. Hampir seputaran gedung kami kelilingi saat materi disampaikan. Kamipun harus berjalan di bawah terik matahari dari ujung yang satu ke ujung lainnya. Bagi turis-turis lainnya, kelompok kami mereka kira seperti sebuah kelompok yang sedang tur dan mendengarkan panduan wisata. Maka, tidak heran jika sesekali ada turis yang ikut mendengarkan materi yang sedang dibawakan.

Hampir satu jam setengah kami mendengarkan materi tersebut. Kemudian kini giliran mahasiswa yang harus menyampaikan makalahnya. Temanku Anna dan Anina mempresentasikan tema pertama berjudul „Günther de Bruyn: Unter den Linden“ tepat di depan Brandenburger Tor. Karena sudah memasuki musim liburan, maka di kawasan sekitar Brandenburger Tor dipadati oleh turis dari seluruh dunia. Suara presenter pun harus ekstra keras, karena belum lagi ada beberapa musisi jalanan yang membuat suasana jadi lebih meriah melalui alunan musiknya.

Selanjutnya giliran teman yang lain yang harus menyajikan presentasi. Temanya tidak kalah menarik, yaitu tentang „Micha Ullman: Bibliothek“ . ini mengingatkan tentang sejarah Jerman, pada saat seitar 20.000 buku dibrangus pada saat Hitler menjadi Führer ketika itu. Alasannya adalah buku-buku tersebut tidak mencerminkan „Jerman“. Semantara tema terakhir sebelum kami makan siang saat itu adalah „Sophie Calle: Die Entfernung – The Detachment“.

Setelah tenaga hampir terkuras akhirnya kami bisa makan siang juga, tepatnya di restoran Opernpalais Unter den Linden. Saat itu aku memesan Rinderkraftbrühe dan  Filet von der Meerbarbe. Suasananya sangat menyenangkan sekali. Kami makan di luar dan bisa menghirup udara segar.

Katharina dan David

Hari pertama selesai pada pukul 17.00. Aku langsung meninggalkan rombongan dan menuju ke stasiun Hackescher Markt, karena di sana temanku Katharina sudah menunggu hampir satu jam. Kami memang janjian untuk bertemu pada pukul 16.30, tapi karena materi presentasi lebih lama dari seharusnya maka aku baru bisa menemuinya pukul 17.00. katharina adalah seorang Jerman yang berasal dari Berlin dan pernah menjadi praktikan di Malang. Ia datang dengan anaknya David. Lucunya, ketika itu kami sulit menemukan satu sama lainnya. Dia menungguku di salah satu pintu keluar di stasiun Hackescher Markt, sementara aku di pintu keluar lainnya yang berada di ujungnya. Aku tidak berpikir demikian. Setelah 20 menit, aku menemukan mereka.Kami tidak terlalu lama berada di sana, karena pukul 19.00 biasanya David sudah harus tidur. Katharina memberiku hadiah sebagai buah tangan dari kota Berlin sebelum kami berpisah.

Teater

Awalnya aku memutuskan untuk tidak ikut melihat pertunjukkan teater pada malam ini, karena esok harinya aku harus presentasi. Aku harus menyiapkan materiku. Tapi, karena aku pikir teater dari Friedrich Schiller yang berjudul „Der Geisterseher“ ini menarik, maka akupun pergi bersama dengan beberapa teman lainnya. Teater pada malam ini bertempat di Gorki Studio, tidak jauh dari restoran tempat makan siang kami.

Jalan ceritanya sangat menarik dan dibawakan apik oleh dua orang saja. Durasi waktunya sekitar satu setengah jam. Banyak hal-hal lucu yang ditampilkan dan menggelitik penonton yang hadir saat itu. Dialog pun tidak layaknya seperti teater yang pernah aku saksikan sebelumnya. Tidak kaku. Dialog seperti dalam kehidupan sehari-hari. Malam itu kami akhiri dengan pergi menuju ke sebuah cafe yang berada di belakang Humboldt Universität. Tidak ketinggalan kedua profesor kami waktu itupun ikut serta. Suasana begitu cair, berbeda kalau misal kami berada di kampus.

Pada pukul 00.00 aku meninggalkan mereka dan berpamitan untuk pulang, karena masih harus presentasi besok. Aku sengaja tidak naik U-Bahn dan lebih memilih berjalan kaki hingga Alexanderplatz ke hostel. Kehidupan malam di Berlin masih bisa kita rasakan. Wisatawan-wisatawan pun masih banyak yang berseliweran di jalan dan mengambil gambar.

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s