Disiplin sejak dini

Veröffentlicht: Mai 18, 2010 in Schwiiz Info


Rasa disiplin tidak akan muncul dengan seketika, tetapi harus melalui kebiasaan dan pembelajaran. Beberapa kali ketika aku akan berangkat kuliah di pagi hari, aku melihat ada sekitar lima sampai enam orang anak bersepeda beriringan di jalan raya. Mereka mengenakan helm untuk bersepeda dan berpakaian jaket seragam warna hijau menyala. Paling depan di antara rombongan tersebut tampak seorang polisi lalu lintas yang juga mengayuh sepeda. Di baris belakang, juga seorang polisi wanita menjadi pengawal rombongan anak-anak tersebut. Ya, hari ini mereka belajar mengendarai sepeda di jalan raya. Di negara-negara maju seperti di kebanyakan negara Eropa, sepeda merupakan akomodasi yang cukup efektif. Maka tidak heran, meskipun kota besar tetapi jarang sekali kita menemui kemacetan seperti di Jakarta.

Di negara kita harga sebuah mobil mewah sekalipun tampaknya sudah terlalu murah, sehingga mulai dari anak SMA, mahasiswa, pekerja kantoran pun mereka bepergian ke tempat tujuan menggunakan mobil. Tapi di kampusku di Universitas Bern, Swiss, di tempat parkir yang bisa kulihat hanyalah ratusan sepeda. Mahasiswa-mahasiswa di sini bukannya tidak punya mobil, tetapi mereka lebih nyaman menggunakan sepeda. Selain itu, dengan bersepeda mereka bisa berolahraga. Mobil hanya mereka gunakan sewaktu-waktu, seperti halnya temanku yang berasal dari pinggiran kota Bern. Dia hanya membawa mobil, jika memang diperkirakan akan pulang larut malam, karena kendaraan umum sudah tidak beroperasi lagi. Di samping itu, sulitnya menemukan tempat parkir juga merupakan kendala tersendiri mengapa kebanyakan orang enggan membawa mobil. Kalaupun ada tempat parkir, biaya perjamnya sangat mencekik leher.

Tidak hanya mahasiswa, profesor-profesor pun tidak memperlihatkan dirinya sebagai orang yang superior dengan menunjukkan mobil-mobil mewahnya saat datang ke kampus. Jika tidak naik kendaraan umum, mereka naik sepeda atau cukup berjalan kaki.

Kembali ke rombongan anak-anak tadi. Mereka ternyata sedari kecil sudah diajarkan disiplin berlalu lintas. Mereka diperkenalkan rambu-rambu lalu lintas di jalan raya dengan cara mempraktekannya tidak sekedar teori semata. Maka tidak heran, angka kecelakaan di sini cenderung lebih minim. Bandingkan dengan di kota-kota besar di negeri kita!

Lihat juga website: http://www.velofahrkurs.ch/assets/files/Broschueren/Kind_und_Velo.pdf

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s