John L. Austin

Veröffentlicht: Mai 15, 2010 in Studi

John L. Austin dilahirkan di Lancaster pada tanggal 26 Maret 1911. Pada tahun 1929 memulai kuliah di jurusan Philologi Klasik di Shrewsbury. Kemudian ia menjadi pengajar di universitas tersebut, sebelum akhirnya harus pergi ke medan perang pada bagian spionase.  Akan tetapi, pada tahun 1945 ia tidak lagi berkecimpung di dunia militer. Ia dikenal pertama-tama oleh masyarakat luas sebagai seorang filusuf.

Ketika perang telai usai, Austin kembali ke Universitas Oxford dan di sana ia memberikan perkuliahan setiap sabtu pagi di antaranya tentang Investigasi Filosofis dari Ludwig Wittgenstein, Landasan Aritmetika dari Gottlob Frege, dan Struktur Sintaktik dari Noam Chomsky. Semenjak tahun 1952 hingga kematiannya yang mengejutkan banyak orang pada tahun 1960, Austin merupakan Professor dalam bidang Filosofi Moral atau Etika di Universitas Oxford.

Teori Tindak Tutur

Di dalam buku yang ditulis olehnya yang diterbitkan setelah kematiannya pada tahun 1962 „How To Do Things with Words“, Austin berpendapat bertentangan dengan para filusuf sebelumnya, bahwa mereka berpikir keliru mengenai makna yang hanya terbatas pada unsur kebenaran (Wahrheitsbedingungen) saja. Kritik yang dilontarkan atas pendapat tersebut bertujuan untuk menjelaskan bahwa pada intinya pernyataan (Äußerung) ada korelasi atau selalu dibarengi dengan tindakan nyata (Handlung). Teori pertamanya menyebutkan bahwa ada perbedaan antara ungkapan performa (performative Äußerungen) dan ungkapan konstantif (konstantive Äußerungen). Sementara ungkapan performa dalam percakapan sehari-hari dapat berhasil atau bahkan gagal, ungkapan konstantif menjelaskan apakah ungkapan tersebut benar atau salah. Austin kemudian mengembangkannya dalam sebuah teori yang kita kenal sekarang dengan teori tindak tutur. Teori ini memiliki tiga dimensi atau aspek yang simultan antara satu dengan yang lainnya, antara lain:

  1. Lokusi: ungkapan pada dasarnya merupakan terdiri atas vokabular yang mengikuti tata aturan kebahasaan. Atau dalam kalimat lain bisa juga diartikan makna dasar dan makna referansi (yang diacu) oleh ujaran itu. Pada tataran ini, kita dapat menentukan bahwa sebuah pernyataan itu mengandung unsur kebenaran atau tidak.
  2. Ilokusi: peran penting atau fungsi sebuah ungkapan, apakah ungkapan tersebut misalnya sebuah permohonan maaf, janji, keluhan, perintah, atau pernyataan.
  3. Perlokusi: hasil atau efek dari ungkapan pembicara terhadap lawan bicara (pendengar), baik yang nyata ataupun yang diharapkan, seperti kenyataan bahwa seseorang harus menepati janji dan sebagainya.

John Langshaw Austin adalah salah satu pendiri filsafat bahasa biasa, yang juga dikenal dengan nama Ordinary Language Philosophy. Akan tetapi, kita tidak dapat menemukan hal tersebut pada karya-karya secara langsung, melainkan lewat ajarannya. Austin menerbitkan beberapa esai dan dua buah buku yang diterbitkan setelah ia meninggal. Tulisan-tulisan tersebut merupakan materi perkuliahan yang diberikannya. Dari materi-materi tersebut bisa kita lihat, bahwa ia berpegang teguh pada teori tindak tutur.

Teorinya tersebut kemudian dikembangkan oleh Paul Grice pada tahun 1957 dalam karyanya mengenai teori makna. Peter Strawson lalu mengembangkan kedua pendekatan ini dalam karyanya tindak ilokusi (Illukationshandlung). Tidak ketinggalan pula John Searle dan Eike von Savigny yang turut mengembangkan teori tindak tutur Austin. Hingga akhirnya Donald Davidson dan Arthur C. Danto membuat penelitian lebih seksama terhadap pendapat Austin mengenai tindak bebahasa verbal dan non-verbal tersebut secara sistematis.

Kommentare
  1. julia sagt:

    bukunya masih ada tidak??? butuh bantuan untuk daftar pustaka

  2. iwa sobara sagt:

    saya nulisnya waktu di kampus saya dulu di swiss🙂

  3. iwa sobara sagt:

    saya nulisnya waktu di kampus saya dulu di swiss🙂

  4. iwa sobara sagt:

    saya nulisnya waktu di kampus saya dulu di swiss🙂

  5. julia sagt:

    saya masih belum paham sama teori Austin dan Searle😦
    nyari contoh bahasa Jermannya juga susahhh

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s