Ludwig Wittgenstein (1889-1951)

Veröffentlicht: Mai 14, 2010 in Studi

„Nur, wenn man noch viel verrückter denkt, als die Philosophen, kann man ihre Probleme lösen“

(Jika kita memikirkan sesuatu melebihi apa yang dipikirkan (lebih gila dari) filusuf, maka kita dapat memecahkan semua masalah yang kita hadapi.)

Latar belakang pendidikannya sebetulnya adalah sebagai seorang insinyur.

  • 1911 bertemu dengan Betrand Russell di Cambridge.
  • 1917/18 mengikuti dinas militer ke medan perang, bahkan pernah menjadi seorang tawanan perang; Tractatus.
  • 1920 mengikuti pendidikan untuk guru, di Austria.
  • 1921 menerbitkan Tractatus yang ia tulis selama perang dunia berkecamuk dan ia selesaikan pada tahun 1918.
  • 1929 Promosi doktor di Cambridge University dan kemudian sebagai praktikan.
  • 1939 meraih gelar Professor di Cambridge University.
  • 1951 meninggal dunia.

Tracatus

Beberapa kutipan dari Wittgenstein dari buku Tracatus, di antaranya adalah:

„Was sich überhaupt sagen läβt, läβt sich klar sagen; und wovon man nicht reden kann, darüber muβ man schweigen.“ (Vorwort)

(Berkatalah sesuatu dengan jelas (maknanya). Jika tidak dapat mengatakannya dengan baik, lebih baik diam.)

„Die Sprache verkleidet den Gedanken“ (Satz 4.002)

(Bahasa merupakan bentuk samaran dari pemikiran).

„Einen Satz verstehen heiβt wissen, was der Fall ist, wenn er wahr ist“ (Satz 4.024)

(Kita dapat mengerti sebuah kalimat jika mengetahui kalimat tersebut benar adanya.)

Namun, yang menjadi permasalahan adalah bagaimana menghubungkan antara kalimat tersebut dengan realita sesungguhnya?

Karya Tractatus sedikit banyak menurut Moritz Schlicht  mendapat pengaruh positivisme logis dari para pemikir Wina  atau Wiener Kreise, seperti  Rudolf Carnap dan Friedrich Waismann.

Investigasi Filosofis

Selain karya terdahulunya Tracatus, Investigasi Filosofis merupakan buku utama kedua karya Ludwig Wittgenstein. Buku ini merumuskan ide-ide dasar filsafat bahasa dan berpengaruh luar biasa pada bidang filosofi pada paruh kedua abad ini. Teori tindak tutur Austin dan Searle begitu juga teori konstruktivisme yang dilontarkan oleh para ahli dari Erlangen (Paul Lorenzen, Kuno Lorenz) menggunakan ide-ide yang ditampilkan oleh Wittgenstein. Meskipun demikian buku ini tidak benar-benar sejalan dengan filsafat bahasa yang ideal, yang dikemukakan oleh Bertrand Russell, Rudolf Carnap dan  tentu saja Wittgenstein dalam karya Tractatus.

Buku ini sudah muncul pada kurun waktu 1936-1946, tetapi baru dipublikasikan pada tahun 1953 setelah kematian Wittgenstein. Pada buku ini, Wittgenstein banyak membahas masalah di bidang semantik, logika, filsafat matematika, filsafat psikologi, filsafat tindakan, dan filsafat pikiran. Berbeda dengan buku terdahulunya „Tracatus“, yang betul-betul secara ketat mencermati struktur sistematika, pada buku Investigasi Filosofis ini ia sedikit lebih longgar mencermatinya. Wittgenstein mengawali tulisan pada buku ini dengan kutipan dari Augustinus “Setiap kata memiliki makna. Makna memiliki korelasi terhadap kata tersebut.”

(Dari berbagai sumber)

Kommentare
  1. […] teori tindak tutur, maka ada tiga nama tokoh penting yang selalu disebut-sebut orang. Mereka adalah L. Wittgenstein, John L. Austin, dan Searle. Wittgenstein terkenal dengan teorinya tentang „Investigasi […]

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s