Hemat Listrik

Veröffentlicht: Mai 11, 2010 in Schwiiz Info

Sering kali terlebih jika musim kemarau datang kota-kota besar di pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, dan masih banyak lagi kota lainnya yang selalu jadi langganan pemadaman listrik. Negara kita yang memiliki luas perairan tiga perempat dari luas daratannya ternyata masih selalu mengalami kesulitan dalam hal aliran listrik. Kesadaran untuk menghemat energi listrik pada masyarakat pun masih sangatlah minim. Meski keadaan kritis selalu terjadi, tetapi tetap saja banyak rumah yang selalu menyalakan lampu di siang hari misalnya. Lain lagi ceritanya dengan rumah-rumah mewah para pejabat. Pemakaian besar-besaran kerap kali tidak dibarengi dengan pembayaran pada PLN alias selalu nunggak. Maka tidak heran PLN sebagai satu-satunya pemegang kekuasaan perlistrikan di tanah air selalu merugi di akhir tahun.

Dari kejadian pemadaman listrik ini, banyak pihak yang menderita kerugian. Di Bandung selatan misalnya, di sana terdapat sentra industri tekstil terbesar di Jawa Barat bahkan bisa jadi di Indonesia, mereka juga harus mengalami pemadaman bergilir. Alhasil pabrik cokelat terkenal „Ceres“ harus meliburkan pegawainya setiap hari Jum`at. Akan tetapi, hari minggu mereka gunakan untuk kembali beraktivitas meskipun tidak masuk pada jam lembur. Kasus lainnya adalah terganggunya kegitan belajar mengajar di sekolah-sekolah atau di kampus-kampus. Berbeda dengan jaman dulu ketika pembelajaran hanya mengandalkan orasi guru di depan kelas, saat ini guru serta murid sudah terbiasa dengan presentasi di kelas menggunakan power point. Pengusaha jasa internet ataupun rental computer juga biasanya terkena imbasnya. Dan masih banyak lagi kerugian-kerugian lainnya dari pemadaman listrik ini.

Lalu bagaimana halnya di Swiss?

Dimulai pada tanggal 10 mei yang lalu, kanton Bern mengadakan sebuah sayembara “Hemat Energi Listrik” atau Stromsparen (mir gä pfuus). Di negara Swiss yang sudah maju ini memang tidak pernah terjadi pemadaman listrik. Namun, meskipun demikian pemerintah daerah Bern khususnya mengajak masyarakatnya untuk tetap menghemat energi.

Bagaimana caranya?

Sayembara atau kampanye ini melibatkan semua kalangan masyarakat yang artinya mereka dapat ikut serta di dalamnya. Masyarakat bisa menebak kira-kira gedung mana yang paling hemat dalam penggunaan energy listrik. Ada tujuh gedung sebagai obyek yang akan diteliti, yaitu kantor polisi, stasiun pusat kota, kantor pemerintahan, universitas, gedung direksi bangunan serta energi, Sekolah tinggi di Biel, dan sentra industri. Selama empat minggu berturut-turut, ketujuh gedung ini akan secara berkesinambungan diteliti penggunaan listriknya. Pada akhirnya, siapa yang dapat menebak dengan benar akan mendapatkan hadiah sepeda elektrik yang harganya dapat mencapai 2000 Swiss Frank (Rp. 16.000.000,-).

(Foto: http://www.static.rp-online.de)

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s