One Love

Veröffentlicht: Mai 9, 2010 in Absurd

Foto: http://www.noseas.com

Dua kepala

Dua hati

Dua kepribadian

Satu Jiwa

Abigail „Abby“ Loraine Hensel dan Brittany „Britty“ Lee Hensel, terlahir pada tanggal 7 Maret 1990 di Carver County, Minnesota, adalah bayi kembar siam.  Dalam satu tubuh mereka terdapat dua kepala, dua hati, namun organ tubuh lainnya sama seperti orang pada umumnya. Bayi dari pasangan perawat serta seorang tukang ini, sebagaimana bayi-bayi lainnya dapat tumbuh dan mengalami perkembangan. Mereka beraktivitas seperti halnya juga anak-anak lainnya, pergi ke sekolah, berolah raga, pergi ke tempat hiburan, dan lain-lain.

Hal yang mungkin mengherankan banyak orang adalah pada saat mereka dapat lulus ujian untuk mendapatkan Surat Ijin Mengemudi (SIM). Lucunya adalah ketika mereka melakukanujian tersebut sebanyak  dua kali, karena masing-masing mereka ingin memiliki SIM tersebut. Dua kepribadian ini memang memiliki banyak perbedaan, contohnya dalam hal pakaian, makanan, matapelajaran serta hal lainnya. Sementara Abby memiliki kemampuan lebih dalam bidang matematika, Britty dapat menulis lebih baik dari saudara kembarnya. Masing-masing memiliki cita-cita yang berbeda. Abby misalnya, kelak ia ingin menjadi seorang dokter gigi. Akan tetapi, Britty lebih memilih menjadi seorang pilot.

Fenomena seperti ini memang dikatakan para ahli sangat sedikit kemungkinannya, yaitu 1:50 000 atau bahkan 1:100 000. Menurut ilmu kedokteran, kasus seperti yang diderita mereka ini disebut Dicephalus (dua kepala). Dalam sejarah kehidupan masa kini kasus seperti ini tidak lebih dari empat pasang yang masih dapat bertahan hidup. Kedua orang tuanya sebetulnya berkeinginan memisahkan kedua sosok anaknya ini. Namun, perasaan sedih selalu menghinggapi pada saat harus mengoperasi dan mengorbankan salah satunya. Pada diri mereka sudah terpupuk rasa kasih dan saying yang dalam, tanggung jawab, saling memiliki, dan saling tergantung satu sama lain.

Beberapa tahun yang lalu, Britty harus tinggal beberapa lama di rumah sakit karena menderita penyakit paru-paru. Abby yang saat itu merasa segar bugar otomatis harus menghabiskan waktunya juga bersama saudara kembarnya di rumah sakit dan itu membuatnya merasa sangat bosan. Oleh karenanya, pada waktu tersebut ia memiliki pemikiran ingin terpisah dari saudaranya tersebut. Tapi itu barangkali hanyalah emosi sesaat yang dirasakan oleh Abby.

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s