Museumnacht 2010

Veröffentlicht: März 20, 2010 in Schwiiz Info

Setelah aku melangkahkan kakiku beberapa langkah keluar dari ruangan, tiba-tiba ada seorang reporter perempuan mendekatiku dan meminta opiniku. Dia melayangkan beberapa pertanyaan padaku, seperti mengapa aku tertarik untuk datang ke acara ini, kesan pribadiku terhadap Museumnacht di kota Bern ini dan pertanyaan lainnya.

Pertengahan bulan maret ini seluruh kota terlihat kembali bergairah, terlebih hari-hari pertama musim semi telah datang. Restoran-restoran kembali menggelar meja dan kursinya di halaman depan. Para pengunjung dapat menikmati makanan serta minumannya sambil bermandikan cahaya mentari. Kota Bern yang telah lama beristirahat dari kesibukan warganya karena musim dingin, kini kembali ceria.

Tepat di hari jumat ini, pada malam nanti akan digelar hajatan besar tahunan. Museumnacht atau semalam di museum. Acara ini sudah menjadi agenda tahunan kota untuk pariwisata edukatif bagi warga setempat ataupun turis. Waktu penyelenggaraannya mulai dari pukul 18.00 hingga pukul 02.00 dini hari. Ada 37 museum yang bisa dikunjungi di seluruh kota. Pengunjung hanya perlu membayar CHF 25.

Sehari sebelumnya, teman-temanku dari berbagai negara berinisiatif untuk pergi bersama. Kesempatan ini akan sangat baik sekali pikirku, daripada aku harus pergi sendiri. Maka kami janjian lewat email satu sama lain dan akan bertemu di meeting point stasiun utama kota.

Museum pertama yang kami kunjungi adalah Einsteinhaus yang terletak di Krammgasse 49. Dari stasiun kami memakai tram sekitar tiga menit menuju tempat tersebut.  Di lantai dua rumah ini Albert Einstein pernah tinggal mulai dari tahun 1903 hingga 1905. Di sinilah dia mendokumentasikan kehidupan pribadinya. Di tempat ini pula selama itu ia menghabiskan waktunya bersama dengan istri Mileva dan anaknya Albert. Di lantai tiga rumah ini, pengunjung bisa melihat publikasi dari Einstein.

Sudah puas melihat-lihat rumah sang penemu teori relativitas, kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju ke Kunsthalle. Sepanjang perjalanan kita bisa melihat hampir semua orang berbekal petunjuk perjalanan serta museum-museum yang bisa dikunjungi. Kendaraan umum seperti bis dan tram disediakan untuk mengakomodasi pengunjung dari satu titik ke titik lainnya. Namun, kami lebih memilih berjalan kaki. Di dalam museum Kunsthalle ini, tidak banyak yang bisa kami saksikan. Hanya ada kerangka bangunan dari kayu yang menghiasai seluruh ruangan. Aku tidak bisa menginterpretasikan, apa yang dimaksud dengan itu semua. Info: http://www.kunsthalle-bern.ch/de/

Kira-kira 50 meter di seberang Kunsthalle, kita bisa mengunjungi ruang pameran zaman antik, Einstein lebih detail, serta informasi mengenai kota Bern. Museum ini tiada lain bernama Historisches Museum (Museum Sejarah). Semua orang harus menitipkan tas ransel yang di bawa sebelum memasuki ruangan. Tapi anehnya, secutiry di depan tadi tidak menyuruhku. Dari salah satu ruangan yang terletak di bagian paling atas gedung museum, kita bisa melihat panorama kota yang dihiasi dengan lampu warna-warni. Warna-warna mencolok merupakan pertanda bahwa gedung tersebut bisa kami kunjungi, karena itu adalah museum.

Di seberang lain Historisches Museum, pengunjung juga sudah memadati museum lainnya yang bertema pegunungan Alpen atau Alpines Museum. Negara Swiss yang sangat dikenal dunia dengan pegunungan Alpennya memang sangat dekat mencintai alamnya. Kita bisa melihat bagaimana zaman dahulu orang bermain ski dengan peralatan yang dibuat secara manual. Tiba-tiba ketika kami berada di lobi museum, seorang wanita berpakaian khas Eropa seperti di film „The Little Missy“ membunyikan bel berkali-kali dan bertanya pada resepsionis, „Haben Sie noch ein Zimmer frei?“. Resepsionis memintanya untuk terus ke lantai berikutnya karena di sana dia bisa menemukan kamar hotel seperti halnya sungguhan di pegunungan Alpen. Ya, itu adalah bermain peran belaka tapi sangat menarik minat pengunjung. Dari jendela di lantai paling atas, pengunjung bisa bermain fire fox tanpa dikenakan biaya lagi.

Perjalanan kami lanjutkan setelah melewati jembatan dengan pemandangan ke arah gedung parlemen di kota Bern yang sangat indah menuju Hotel Bellevue Palace. Hotel ini merupakan hotel nomor wahid di kota Bern. Banyak orang-orang penting yang telah menghabiskan waktunya di sini, mulai dari kepala pemerintahan hingga selebritis dari seluruh penjuru dunia. Kita bisa mengunjungi hotel ini secara maya di alamat http://www.bellevue-palace.ch/.

Die depan hotel telah berderet banyak orang yang ingin menumpang mobil-mobil antik. Mobil-mobil antik ini juga merupakan bagian dari rangkaian acara malam ini. Mereka berkonvoi dengan membawa penumpang di pinggir jalan tadi. Temanku dari Mexiko dengan beberapa teman lainnya dapat kesempatan bagus ini, sementara aku dan teman yang lain melanjutkan perjalanan ke museum berikutnya yaitu Kunstmuseum (Museum seni). Di sini kita bisa melihat banyak hal, mulai dari pertunjukkan musik, dansa, hingga pameran lukisan dari pelukis terkenal Inggris Edward Burne-Jones dengan tema „Das Irdische Paradies“ (Surga Dunia). Di museum ini kami menghabiskan waktu paling lama.

Sebelum perjalanan kami akhiri, kami terlebih dahulu menuju ke stasiun SBB atau kereta api Swiss. Tidak ada yang menarik menurut pandangan kami di sini. Maka kami tidak berlama-lama di sini dan menuju ke Psychiatrie-Museum (Museum Psikiater). Letaknya lumayan jauh, berada di pinggiran kota. Temanku yang berasal dari Amerika kebetulan bidangnya adalah mengenai Psikiater spesialis penanganan stress. Baginya museum ini sangat menarik sekali. Setelah aku bertanya pada petugas museum, memang orang yang memiliki gangguan kejiwaan ini agak banyak di Swiss. Itu bisa diakibatkan trauma, stress atau banyak lainnya. Namun yang unik adalah mereka selama di klinik bisa memproduksi barang-barang buatan tangan yang bisa dibeli pengunjung seperti rajutan, mainan anak-anak dan lain-lain.

Masih banyak sekali museum menarik lainnya yang masih belum sempat aku kunjungi malam ini. Namun apa boleh buat, waktu sudah menunjukkan pukul 02.00. Sepanjang perjalanan aku berangan-angan, seandainya di negeriku tercinta ada event seperti ini. Aku beranggapan, pasti banyak juga yang akan datang.  Selama ini yang aku tahu hanya pertokoan-pertokoan saja yang serentak menggelar acara seperti ini untuk memberikan potongan harga pada pembeli seperti di Surabaya Hot Sale, dan itupun hanya mendidik orang untuk konsumtif tidak edukatif.

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s