Dilema Facebook!

Veröffentlicht: März 6, 2010 in Lain-lain

„Banyak anak, banyak rejeki“, apakah pepatah itu masih berlaku hingga sekarang? Masing-masing punya pendapat tentang itu. Tapi di Eropa, khususnya di negara seperti Swiss atau Jerman pepatah tersebut tidak berlaku. Semakin banyak anak semakin banyak pula kesulitan. Bagaimana tidak, sebuah keluarga dikatakan miskin di Swiss misalnya, jika keluarga tersebut memiliki tiga orang anak dengan pendapatan keluarga di bawah 2.300 Frank.

Sekarang, bagaimana halnya dengan banyaknya teman yang kita miliki? Terkadang menyenangkan, karena di saat kita duka, teman yang akan menghibur kita. Mereka akan menolong kita pada saat kesusahan dengan apa yang mereka miliki. Kita bisa berbagi pada saat bahagia. Sahabat sejati akan selalu ada. Adakalanya kita bertengkar, namun itu dilatarbelakangi oleh rasa sayang.

Lalu, bagaimana pula dengan teman yang kita miliki di jejaring sosial semisal facebook? Di saat semua orang di dunia ini keranjingan oleh sihirnya yang mematikan? Tidak semua orang bisa kita jadikan teman, karena itu dapat berakibat sesuatu. Tentara-tentara Israel belakangan ini dilarang untuk menggunakan facebook pada saat bertugas, karena rencana penyerangan kaum zionis tersebut bocor akibat update status seorang prajuritnya.

Terlepas dari itu semua, fenomena facebook dengan segala hingar-bingarnya memang membuat semua orang lupa waktu. Banyak memang manfaat dari situs jejaring sosial ini. Kita bisa lebih cepat berkomunikasi satu sama lainnya. Kita bisa menemukan teman lama yang tidak mungkin kita jumpai lagi di dunia nyata, dan masih segudang faedah lainnya. Tapi lama-lama semakin banyak teman ternyata semakin membuat kita pusing tujuh keliling. Ulah teman-teman kita terkadang membuat kita ingin “mencakarnya”. Ada yang hampir satu menit sekali memperbaharui statusnya, dengan harapan selalu dikomentari teman-temannya, padahal jelas-jelas tidak penting. Ada orang yang terlalu serius, sehinggga jika dikomentari temannya dengan nada bercanda akan sangat murka, dan berbagai kasus tidak penting lainnya. Facebook – bukannya social networking, tapi social not working.

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s