A letter from heaven – Kapan ajal menjemput kita?

Veröffentlicht: Februar 25, 2010 in Lain-lain

Pada seminar empat tahun yang silam tiba-tiba di ruangan aku merasakan perasaan yang luar biasa tidak nyaman. Kejadian itu terjadi selama beberapa hari. Entah kenapa, perasaanku sungguh tidak karuan saat itu. Hingga suatu saat, perasaanku itu menghilang dengan sendirinya setelah aku membaca email dari saudara di tanah air yang mengabarkan bahwa salah satu tanteku meninggal dunia. Itu terjadi lima bulan setelah ayahku meninggal. Tanteku memang selama beberapa tahun menderita penyakit kanker ganas. Ia telah berobat ke berbagai kota, tapi penyakitnya semakin hari semakin parah. Kami semua putus asa dan hanya bisa menyerahkan semua yang terjadi pada yang di „atas“.

Tidak lama kemudian, tanteku yang lain menyusul menghadap Illahi. Lagi-lagi kami merasa kehilangan orang-orang yang kami sayangi. Dan hampir dua minggu yang lalu, suami tanteku tersebut harus meninggalkan kami semua. Beberapa hari setelah om meninggal, aku bermimpi yang membuat hatiku menangis. Di dalam mimpiku, aku menerima dua lembar surat yang dibaca oleh kakak perempuanku. Isi surat tersebut berisi kurang lebih seperti ini, „…biarkan dia mencari kehidupan di negeri orang untuk mencari jati dirinya.“ Hatiku seketika itu begitu tersentuh, dan baik kakakku dan juga aku menangis karenanya.

Kommentare
  1. Gethsemane sagt:

    like this, Herr Iwa..
    ^_^
    sesuai sekali dengan saya,
    kemarin2 saya juga sedang memikirkannya,,
    hoho.

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s