Lezatnya Raclette

Veröffentlicht: Februar 10, 2010 in Momen

Sore ini di atas bukit Gurten sepi tidak seperti biasanya, terlebih pada akhir pekan yang biasanya selalu ramai dipadati pengunjung. Kebanyakan dari mereka menghabiskan waktu untuk bermain schlitten (berseluncur di atas salju). Dari Wohnung salah satu temanku yang terletak di Gurtengartenstrasse, kami berjalan kaki menuju puncak bukit. Jalanan yang kami lewati cukup licin. Salju pun turun di sepanjang perjalanan kami. Beberapa kali Anna hampir terjatuh, karena licinnya permukaan salju. Tidak lama kemudian kami sampai di salah satu titik, tempat kita bisa melihat kota Bern dan sekitarnya. Namun, sayang salju serta kabut tebal menutupi arah pandangan kami, sehingga kami sama sekali tidak bisa melihat dengan jelas.

Anna adalah teman dari kota Lüzern. Aku terakhir bertemu dengannya pada saat ada acara di kedutaan Indonesia di Bern beberapa bulan yang lalu. Sebelumnya kami sudah saling mengenal, tepatnya ketika di Jakarta dua tahun yang lalu. Menariknya saat itu ia adalah seorang diplomat muda di kedutaan Swiss di Jakarta. Ia menjadi salah satu interviewer ketika aku melewati serangkaian ujian untuk beasiswaku di kedutaan Swiss di Jakarta.

Beberapa kali kami mencoba membuat janji untuk bertemu. Namun, waktu juga yang masih belum mengijinkan. Hari ini, karena aku masih libur dari perkuliahan, maka kami bertemu di Wohnung tempatnya kini tinggal selama beberapa  bulan ke depan. Awalnya kami akan bermain schlitten bersama di sini. Lalu pada malam hari dilanjutkan dengan makan Raclette. Tapi cuaca di sore ini membatalkan niat kami tersebut.

Tidak jauh tempat bermain schlitten ada sebuah hotel lengkap dengan restorannya yang cukup indah. Sebelum melanjutkan perjalanan pulang, kami berdua minum kopi terlebih dahulu di sana. Kami membicarakan banyak hal, mulai pengalaman Anna ketika bertugas di Indonesia, perkuliahanku, dan hal-hal yang sangat menarik lainnya. Cukup lama kami duduk di sana.

Kami pulang ke rumah menggunakan kereta yang hanya beroperasi khusus dari atas bukit ke lembah di bawah sana. Tiba di rumah, Anna kemudian menyiapkan makan malam kami. Menunya adalah Raclette. Makanan khas Swiss ini sangat cocok untuk cuaca seperti malam ini. Raclette sendiri adalah perpanduan kentang yang direbus sebelumnya dengan keju khusus untuk Raclette tentunya ditambah acar timun, acar jagung, serta salad sayuran segar.

Di rumah tersebut, aku melihat banyak sekali foto-foto tentang Indonesia yang dipajang oleh Anna. Mulai dari pulau Sabang di Aceh, Tana Toraja, Bunaken, Bali, Bandung, Pangandaran, hingga Timor Leste. Anna cukup kerasan saat tinggal di Indonesia. Pernah suatu hari, ketika kedua orangtuanya datang untuk mengunjunginya di Jakarta, ia juga harus mewakili Duta Besar Swiss di Taman Mini Indonesia Indah karena berhalangan untuk hadir. Di sana tampak hadir beberapa duta besar dari negara sahabat. Ia saat itu meminta ijin terlebih dahulu pada Duta Besar untuk membawa serta kedua orangtuanya, karena tidak ingin meninggalkan keduanya di kamar hotel tanpa ada yang dapat mereka lakukan. Namun, hal yang lucu adalah ketika pembawa acara di pendopo tersebut berkali-kali menyebut Bapak Duta Besar pada ayah Anna. dia menyangkan ayah Anna tersebut justru Duta Besar Swiss untuk Indonesia. Ketika diminta untuk memberi sambutan, ayah Anna tersebut tentunya tidak tahu apa yang harus ia katakan.

Mulai awal bulan ini hingga beberapa bulan ke depan, Anna memiliki tugas baru di Bern. Oleh karena itu, pada pertengahan bulan ini aku dan beberapa orang temannya yang lain diundang untuk Apero di rumahnya.

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s