Perjalanan melalui tiga negara

Veröffentlicht: Februar 1, 2010 in Ekskursi

Kurang dari pukul 18.00, Wojtek memberitahukan lewat sms kalau dia sudah berada di depan stasiun Frankfurt di dekat touring bus. Dari McCafe kami berdua keluar menuju arah bis tersebut. Wojtek adalah seorang pria Polandia yang akan membawaku ke Basel malam ini. Di sana aku dan mbak Dewi berpisah.

Di dalam mobil sudah ada seorang Jerman bernama Nikolaus. Ia hendak menuju ke kota Saarbrücken. Arahnya memang berlainan. Namun, karena Nikolaus dan Wojtek teman baik, maka Wojtek tidak keberatan. Kami hanya bertiga di dalam mobil. Mobil ford yang cukup besar itu berisi penuh barang-barang Wojtek. Ia ternya seorang musisi yang hendak mengikuti lomba musik tahunan pada hari sabtu di Bern. Aku sebetulnya ditawari juga untuk kembali ikut ke Bern menumpang mobilnya, namun aku belum tahu pasti apakah harus ikut atau lebih memilih dengan kereta api.

Nikolaus atau biasa dipanggil Nicky, telah berteman semenjak mereka kuliah seni di salah satu perguruan tinggi di kota Mannheim. Sekilas jika aku perhatikan keduanya mirip dengan penyanyi terkenal. Wojtek mirip dengan Richard Marx, sedangkan Nicky seperti Justin Timberlake. Mereka tampak sangat akrab sekali. Sepanjang perjalanan suasana pun sangat menyenangkan. Musik eksperimental terdengar dari tape mobil.

Wojtek adalah musisi spesialis alat musik klarinet, sementara Nicky biasanya memainkan alat tabuh. Keduanya pada saat menjadi mahasiswa sering jamz session bersama. Namun, kini keduuanya tinggal di negara berbeda. Wojtek tinggal di Polandia, sedangkan Nicky di Berlin. Nicky pergi ke Saarbrücken untuk mengunjungi pacarnya di sana. Sementara Wojtek akan menuju ke Bern melalui Basel.

Route yang mereka tempuh sangatlah panjang, mulai dari Berlin, Kassel, Frankfurt, kemudian ke Mannheim, untuk seterusnya ke Saarbrücken, Strassbourg hingga ke Basel di Swiss. Di Mannheim kami harus menunggu Wojtek sekitar 20 menit. Di sana ia meminta restu ayahnya untuk ikut berlomba. Ayahnya sudah tinggal lama di kota ini, sementara ibunya tinggal di Ukraina.

Aku dan Nicky masuk ke dalam sebuah bar. Kami di sana menunggu sesaat sambil pesan minuman. Sekitar 20 menit kemudian, Wojtek beserta ayahnya datang. Kami mengobrol sebentar di dalam bar sambil minum. Beberapa saat kemudian, kami harus secepat mungkin meninggalkan tempat itu untuk melanjutkan perjalanan.

Ayah Wojtek sangat menyesali kejadian yang telah menimpa anaknya sekitar dua minggu sebelumnya. Saat itu, Wojtek yang pulang setelah melihat pertunjukkan konser di kota Warsawa  dimintai tumpangan oleh dua orang pria. Mereka mengaku tinggal jauh di luar kota dan meminta untuk menginap di rumahnya. Setelah sebelumnya minum dan mengobrol sesaat, lalu Wojtek menunjukkan di mana mereka bisa tidur di dalam Wohnungnya tersebut. Namun, apa yang terjadi? Pagi harinya, Wojtek baru sadar bahwa kedua orang itu mencuri semua barang-barang berharga milik Wojtek seperti laptop, handphone, alat musik klarinetnya, uang, hingga mobil.

Tapi ulah kedua penjahat tersebut harus berakhir di tangan polisi. Mereka sebelumnya kecelakan di jalan, hingga mobilnya sedikit rusak pada bagian belakang. Dan masih beruntung Wojtek dengan kecelakaan tersebut, karena mobilnya bisa kembali lagi padanya.

Dari Mannheim kami kemudian menuju Saarbrücken. Pacar Nicky bekerja di sebuah bar. Kami di sana ditraktir minum oleh Nicky. Pacarnya masih kuliah jurusan Kimia. Kota Mannheim sangat indah pada malam hari. Namun waktu tidak mengijinkan kami berlama-lama di sana, dan kami melanjutkan perjalan ke Basel.

Di Basel aku akan menginap di rumah Om Felix. Setelah pada sore tadi secara spontan aku sms dan bertanya apa aku boleh menginap di rumahnya, mengingat kalau langsung ke Bern sudah sangat terlalu malam. Om Felix tidak keberatan kalau aku menginap di rumahnya. Ia tinggal sendiri di sana.

Lebih dari pukul 23.00 kami masih berada di sepanjang jalan Strassbourg di Perancis. Jalanan sangat sepi pada malam itu. Lalu pukul 23.30 kami memasuki perbatasan Perancis dan Swiss. Tidak ada pemeriksaan di sana. Kami bisa melenggang bebas memasuki perbatasan, seperti halnya dari Swiss memasuki Jerman pada hari sabtu sebelumnya. Mobil tiba-tiba berhenti di atas jembatan sungai Rhein di Basel. Aku tidak tahu mengapa Wojtek harus berhenti. Ternyata dua orang polisi Swiss mendekati kami dan menanyakan perihal keperluan kami di kota Basel. Wojtek berkata, bahwa ia seorang musisi yang hendak mengikuti lomba pada hari sabtu di Bern, namun harus ke Basel dan menginap di rumah temannya dekat stasiun kota Basel karena sudah sangat larut. Ia juga menjelaskan bahwa aku seorang penumpang Mitfahrtgelegenheit. Kami kemudian diminta untuk menunjukkan kartu identitas. Agak lama polisi tersebut mempelajari kartu-kartu identitas tersebut. Sekitar sepuluh menit kami harus menunggu. Kemudian polisi tersebut kembali mendatangi kami, bahwa semuanya tidak ada masalah dan kami bisa pergi.

Pukul 00.30 akhirnya kami tiba di depan rumah om Felix. Namun, kejadian yang membuatku malu adalah ketika aku lupa membayar Wojtek uang ongkos sebesar 30 Euro. Untungnya ia mengingatkanku.

Kommentare

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s