Willkommen 2010: Malam pergantian tahun

Veröffentlicht: Januar 2, 2010 in Momen

Ledakan itu betul-betul mengejutkanku. Aku rasa kota ini sudah dikepung oleh tentara Rusia. Suasana mencekam ini baru aku rasakan kali ini. Namun, ternyata aku keliru. Itu hanya bunyi mercon dan kembang api yang disulut untuk memeriahkan tahun baru.

Waktu telah menunjukkan 22.30. U-Bahn yang mengangkut penumpang menuju Stephanplatz sudah sangat sesak terisi penumpang yang hendak menuju ke sana. Stephanplatz merupakan salah satu tempat yang setiap tahunnya selalu ramai dikunjungi baik warga lokal kota Wina ataupun wisatawan dari berbagai negara, terlebih ketika malam pergantian tahun tiba.

Ternyata kereta tidak berhenti di stasiun Stephanplatz, karena di sini orang-orang sudah berkumpul menantikan tahun baru 2010. U-Bahn tidak memungkinkan memuntahkan penumpang di stasiun ini, karena lokasinya sudah sangat sesak dengan orang-orang. Para penumpang harus turun di satu stasiun sebelumnya, yaitu di stasiun Herrengasse. Atmosfir perayaan malam tahun baru sudah sangat terasa sejak di stasiun. Dari sana aku berjalan menuju Stephanplatz. Jutaan orang aku perkirakan telah memadati tempat ini. Musik sudah terdengar dimana-mana. Kembang api dengan bunyi ledakan yang menyamai bom Hiroshima menghiasi langit kota Wina.

Tua, muda, anak-anak tampak sangat bersemangat meninggalkan tahun 2009 ini. Mereka menyiapkan botol champagne di tangan mereka lengkap dengan gelas. Setelah waktu menunjukkan 23.59:50, serentak semua menghitung mundur. Tahun 2009 telah menghilang dari hadapan kami semua dengan sejuta kenangan suka dan duka yang dialami. Semua larut dalam suasana malam tahun baru. „Prost Neujahr!“, sambil mengangkat gelas champagne orang-orang tersebut saling mengucapkan selamat. Sepertinya mereka adalah satu keluarga yang terdiri atas dua pasang orang dewasa dan dua anak remaja. Mereka berbicara bahasa Spanyol.

Aku meninggalkan kerumunan orang tersebut. Tiba-tiba pada saat aku sendiri, datang seorang bapak berusia setengah baya menghampiriku dan bertanya „Sind Sie aus der Mongolei?“. Aku terkejut dengan pertanyaan orang tersebut. Aku kemudian menjawab berasal dari Indonesia. „Oh kalau itu saya sama sekali tidak pernah tahu ada di mana?!“.

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s