Hari Ibu

Veröffentlicht: Dezember 20, 2009 in Momen

Hari Ibu

Berbeda dengan di tanah air, biasanya berbagai macam acara yang bersifat hiburan diselenggarakan jika tidak di balai pertemuan, di aula, di sebuah hotel ataupun tempat olahraga indoor. Tetapi di kota Bern ini, beberapa kali acara yang aku ikuti biasanya mengambil tempat di gereja. Namun itu barangkali hanya kebetulan saja.

Ternyata cukup banyak juga warga Indonesia yang bermukim di kota Bern. Seperti yang terlihat pada acara Hari Ibu tahun ini. Acara diadakan di Petruskirche, hanya satu haltestelle dari tempat KBRI berada. Sekitar 150 undangan menghadiri acara ini. Tidak hanya dari kota Bern, mereka juga berdatangan dari kota lain seperti: Zürich, Winterthur, dan St. Gallen. Akan tetapi, kuantitasnya tidak melebihi undangan ketika perpisahan Ibu Duta Besar beberapa saat sebelumnya.

Acara dibuka dengan upacara peringatan Hari Ibu, lengkap dengan protokoler seperti upacara hari senin di sekolah. Setelah itu dilanjutkan dengan ramah tamah dan hiburan. Seperti biasanya acara begitu meriah. Anak-anak unjuk kebolehan dengan memainkan alat musik mulai dari piano, biola, seruling. Anak-anak ABG menyanyikan lagu yang berkisah tentang ibu. Ibu-ibu tidak mau kalah, mereka bermain peran di atas panggung. Ada juga yang bernyanyi dalam paduan suara, seperti dari kota Zürich. Sementara, bapak-bapak diharuskan naik panggung juga untuk menari poco-poco bersama-sama.

Pada acara juga hadir Bapak Duta Besar Swiss yang baru untuk Indonesia beserta istri. Mereka akan bertugas di Jakarta dalam waktu yang dekat ini. Di luar ruangan ada penjualan tombola berbagai barang-barang unik, yang penghasilannya akan disumbangkan pada sekolah di tanah air. Ada juga penjualan makanan khas, serta barang-barang lainnya.

Aku dengan salah satu teman yang sedang kuliah perhotelan di Luzern juga mempertunjukkan kebisaan dalam hal bermain musik. Sesaat suasana menjadi sunyi, ketika aku berada di atas panggung.

Satu buah lagu kami bawakan. Lagu lama dari Cat Steven yang berjudul „Father and Son“. Itu pun penampilan dadakan. Karena selama seminggu ke belakang aku sibuk dengan urusan kuliah, jadi tidak ada waktu untuk hal lain. Setelah selesai, tiba-tiba Bapak Duta Besar Swiss yang baru tersebut menyalamiku dan berkata “Good voice!”.

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s