Nyai Ronggeng: Emang Asyik Goyangannya

Veröffentlicht: Dezember 4, 2009 in Indonesia, Momen

Dari balik tirai itu aku melihat silhouette seorangg perempuan cantik denganjari jemarinya yang lentik, serta rambutnya yang panjang terurai dan lekukan tubuhnya yang aduhai. Lantunan lagu berbahasa Jawa perlahan terdengar. Bau dupa di seisi ruangan menghiasi betapa sakralnya acara pada malam ini.

Tiba-tiba ruangan yang tadinya gelap gulita, kini berubah menjadi terang karena cahaya lampu. Perempuan tadi keluar dari balik tirai. Dia ternyata Srintil dari dukuh paruk. Srintil tiada lain dan tiada bukan adalah seorang ronggeng dari dukuh paruk. Setelah sekian lamanya di dukuh ini tidak dapat lagi ditemukan seorang ronggeng karena pengaruh racun tempe bongkrek, maka diusianya yang masih belia Srintil terpaksa harus menjadi penggugah birahi banyak kaum lelaki. Teman baik Srintil, Rasus, pada waktu itu tidak terima. Menurutnya, apabila Srintil menjadi ronggeng, maka ia tidak dapat lagi bermain dengannya. Namun demikian, seperti halnya kebiasaan untuk menjadi ronggeng terdahulu, Srintil harus melalui ritual buka kelambu. Ia menyerahkan keperawanannya pada Rasus.

Setelah kejadian itu Rasus pergi menghilang dari dukuh paruk. Ia dikabarkan menjadi pembantu seorang tentara. Suasana di desa Dukuh paruk tidak lagi aman, di sana-sini terjadi banyak perampokan. Pada saat perampokan di rumah nyai Kertareja, Rasus berhasil menyelamatkan Srintil.

Itu merupakan cuplikan sekilas tentang monolog yang beberapa hari yang lalu digelar di Wisma Duta di Bern, Swiss. Penonton yang hadir dalam ruangan sangat terlihat antusias dan menikmati monolog yang dibawakan oleh artis ibukota ini. Ia adalah Happy Salma. Tidak hanya pandai menulis novel, ia ternyata mahir juga memainkan peran seperti Srintil dari salah satu novel trilogi karya Ahmad Tohari Surat Buat Emak, Lintang Kemukus Dini Hari, dan Jantera Bianglala. Adapun novel karyanya sendiri berjudul Ayah Selalu Tersenyum.

Sebelumnya monolog yang sama juga dipentaskan di Amsterdam. Dia tidak hanya datang sendirian. Hadir dalam acara ini tentu saja Connie Rahakundini Bakrie, direktur Institute of Defense and Security Studies (IODAS). Beliau memaparkan tentang politik, ekonomi, pertahanan Indonesia serta permasalahan aktual lainnya. Ini merupakan bagian dari rangkaian yang dilakukan oleh IODAS. Hadir pada acara ini berbagai undangan diantaranya dari kementrian urusan luar negeri Swiss, wakil dari kedutaan-kedutaan Negara sahabat, beberapa masyarakat Indonesia dan juga masyarakat Swiss.

Tentu saja ini merupakan hiburan tersendiri bagi warga masyarakat Indonesia di Bern, terlebih bagi kaum pria.

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s