Farewell Party

Veröffentlicht: November 15, 2009 in Momen

Kepada Yth.
Bapak/Ibu/Saudara(i)
Keluarga Besar Masyarakat Indonesia
di
Tempat

U N D A N G A N

Bersama ini dengan hormat disampaikan bahwa dalam rangka berakhirya masa tugas Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Konfederasi Swiss dan Keharyapatihan Liechtenstein, Ibu Lucia H. Rustam, KBRI Bern akan menyelenggarakan acara Perpisahan Ibu Duta Besar dengan masyarakat Indonesia di wilayah Swiss dan Liechtenstein yang akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal: Sabtu, 14 November 2009

Waktu : 18.00 – selesai

Tempat : First Church of the Christ Scientist, Kirchgebäude, Helvetiaplatz 6, 3005 Bern

Acara
– Makan Malam bersama
– Pidato perpisahan oleh Ibu Duta Besar
– Pemutaran film pendek mengenai perjalanan Ibu Duta Besar
– Acara hiburan

Bertalian dengan acara hiburan, kami membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menyumbangkan acara untuk memeriahkan perpisahan tersebut.

Sehubungan dengan hal tersebut, kami mengharapkan bagi Bapak/Ibu/Saudara(i) untuk dapat hadir pada acara tersebut. Untuk kelancaran pelaksanaan acara, kami mohon kepada yang akan hadir dan/atau bagi yang akan menyumbangkan acara untuk dapat menyampaikan konfirmasi kepada Sdri Rizka Desinta melalui telp. 031 3516725, atau email: rizka.desinta@gmail.com selambat-lambatnya pada hari kamis, 12 November 2009.

Demikian, atas perhatian dan kehadirannya kami ucapkan terima kasih.

a.n. Kepala Perwakilan RI

Indra Rosandry
Sekretaris II Protokol dan Konsuler

§§§

Itulah undangan yang disampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang ada di seluruh Swiss berkenaan dengan perpisahan Ibu Duta Besar RI untuk Swiss, Ibu Lucia H. Rustam.

Acara cukup meriah dan berlangsung lebih lama dari yang sudah dijadwalkan. Seperti halnya di Indonesia, jam karet di sini ternyata berlaku. Berbeda dengan semua yang aku alami di universitas. Semua serba terorganisir dengan baik, hingga ke hitungan detik. Itu sepertinya karena, masyarakat Indonesia di sini memanfaatkan momen bagus ini untuk bersilaturahmi.

Ibu Duta Besar pertama kali datang di Negara ini yaitu pada tanggal 17 Desember 2005, dan kini tugas beliau sebagai Duta Besar telah berakhir tepatnya pada tanggal 29 November 2009 nanti. Itu berarti secara keseluruhan beliau menjabat kurang lebih 4 tahun kurang 17 hari.

Gereja tempat acara berlangsung disulap menjadi gedung untuk acara pertunjukan hiburan. Hampir setiap kota memberikan sumbangan acara, mulai dari tari “selamat datang” dari Bali, lagu keroncong, vocal group dharma wanita, hingga lagu rock “the final countdown”. Acara tidak ubahnya parade hiburan yang disuguhkan untuk sang Duta Besar sebelum kembali ke tanah air.

Di tengah acara seorang pria setengah baya asli Swiss dari kota Zürich yang juga perwakilan dari Angklung Padasuka, unjuk kebolehannya dengan memainkan alat musik asli Swiss, yaitu Alphorn. Alat musik ini memiliki panjang lebih dari 3 meter. Cara memainkannya sama prinsipnya dengan meniup trompet. Akan tetapi, tidak ada tombol yang bisa dipijit untuk membedakan nada satu dengan yang lainnya. Tidaklah mudah memainkan alat musik khas Swiss ini.

Sesuatu yang unik lainnya adalah, seorang bapak perwakilan dari KBRI Bern yang juga pada saat acara berlangsung menjadi pembawa acara, menari Bali dengan diiringi lagu Jazz. Penonton spontan terpukau, terlebih lagi para tamu dari Swiss. Dan acara lebih meriah ketika Chandra Darusman membawakan dua buah lagu yang sangat indah, How deep is your love dan Picture.

Di tengah acara, aku bertemu dengan seorang kakak kelas SMA di Bandung yang kini tengah bekerja sebagai perwakilan tetap RI pada PBB. Di penghujung acara, aku juga bertemu dengan seorang pria Indonesia asli Semarang yang datang dari kota Fribourg. Ia bercerita, bahwa setiap tahunnya termasuk tahun ini mmahasiswa Indonesia selalu saja ada yang kursus bahasa entah itu bahasa Inggris ataupun Prancis di Uni Fribourg sebelum mereka memulai kuliah. Tahun ini ada seorang perempuan lulusan ITB yang mengambil kuliah di Uni Zürich. Dia sepertinya beasiswan Pemerintah Swiss seangkatanku untuk tahun ini.

chandra darusman

alphorn

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s