Zürichsee: salah satu ikon ekowisata Swiss

Veröffentlicht: Oktober 10, 2009 in Ekskursi

IMG_0195Hampir kebanyakan orang asing menyangka, bahwa ibu kota negara Swiss adalah Zürich. Itu tidaklah heran, karena kota ini merupakan kota terbesar di negeri ini. Pusat ekonomi dan bisnis dikonsentrasikan di sini. Kota Zürich juga merupakan kota paling sejahtera kedua di dunia setelah Vancouver, Kanada. Seperti halnya kota besar lainnya di dunia, kota ini pun terlihat cukup sibuk. Suatu hari aku pergi menuju kota ini. Dari Bern kita dapat menggunakan kereta dengan tiket pulang pergi seharga CHF 46, dengan menggunakan Halbtax. Perjalanan hanya berlangsung sekitar satu jam duapuluh menit. Banyak orang Indonesia yang juga tinggal di Zürich. Mereka di samping ada yang studi, ada yang bekerja atau menetap di sini. Hari rabu bertepatan dengan tanggal 6 Oktober, ketika aku pergi ke Zürich, juga terhitung sebagai hari terpanas pada musim gugur selama 30 tahun terakhir ini (Der wärmste Herbststag, seit Menschen Temperaturen messen können). Itu sangat signifikan jika aku bandingkan dengan hari-hari sebelumnya, di mana hujan terus mengguyur terutama di kota Bern selama seminggu terakhir. Namun, hari ini cuaca sangat cerah. Suhu hingga mencapai minimal 24°C.

Sungguh beruntung bepergian pada saat cuaca seperti hari itu. Terik matahari sangat hangat terasa menyentuh kulit ini. Di tengah kota Zürich terdapat sebuah danau besar yang bernama Zürichsee. Kita bisa berwisata mengelilingi danau ini dengan menggunakan kapal pesiar berukuran kecil atau yang dikenal dengan istilah Schifffahrt. Ada beberapa titik tujuan kapal tersebut, di antaranya adalah menuju Rapperswill. Ini adalah titik paling akhir. Kita hanya harus mengeluarkan uang sebesar CHF 11,50 untuk dapat menumpangi kapal tersebut. Lagi-lagi kalau menggunakan Halbtax. Kapal yang memiliki panjang 51 meter serta lebar 10,90 meter ini dapat menampung penumpang sekitar 700 orang.

IMG_0203Kapal ini di samping menjadi transportasi publik ternyata juga dijadikan suatu ekowisata yang diciptakan pemerintah kota. Banyak turis asing yang menjadikan perjalanan kapal ini sebagai wisata bahari mereka. Pengelolaan pemerintah dalam hal ini memang patut diacungi jempol. Sangat profesional. Seandainya Jakarta, Palembang ataupun Danau Toba dapat dikelola semenawan Zürichsee, mungkin wisatawan asing tidak kalah banyak yang berkunjung ke kawasan wisata tersebut.

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s