Eid Mubarak

Veröffentlicht: September 20, 2009 in Momen

Malam minggu ini kami melakukan takbir di KBRI, dan esok hari kami akan sholat ied bersama. Setelah buka bersama dilanjut dengan sholat maghrib, kami takbir menyebut nama Allah. Suasana memang sangat berbeda dengan malam takbir di tanah air. Di luar hujan cukup deras. Kurang lebih ada 30 orang yang hadir pada takbir ini, dan dipimpin oleh Ustadz Arifin. Begitulah orang menyebutnya. Beliau adalah pegawai KBRI lokal pada bagian politik, dan pernah mengenyam studi masternya di Mesir. Takbir kami lakukan hingga pukul 21.30, setelah itu kami beres-beres ruangan untuk sholat Ied esok hari.

Idul Fitri 1430 H

Ini adalah kali pertama aku harus merayakan Idul Fitri di tempat rantau. Biasanya aku merayakannya dengan keluarga besarku di Bandung. Sholat akan dimulai pada pukul 10.00, namun kami diharapkan sudah berada di tempat sebelumnya. Aku pergi dari rumah pukul 8.20 menggunakan kereta ke Bern Hbf lalu berganti Tram No. 19 jurusan Elfenau, di mana KBRI berada. Pada pukul 8.50 aku telah tiba di tempat. Belum begitu banyak orang di sana.

Satu persatu datang dengan keluarga masing-masing. Tidak hanya yang tinggal di ibu kota yang datang untuk sholat ied ini, melainkan banyak juga yang dari luar kota seperti dari Zürich, Basel, St. Gallen, dan lain-lain. Aku perkirakan ada sekitar 200 jamaah yang hadir pada hari ini. Menurut ustadz Aal jumlah ini tiga kali lipatnya dari tahun lalu. Itu karena hari raya pada tahun ini bertepatan dengan hari minggu.

Diantara yang hadir tersebut adalah dua orang yang sedang tugas belajar dan dikirim oleh perusahaan tepung terigu terbesar di tanah air. Mereka telah dari Agustus tahun ini berada di St. Gallen. Program kuliahnya akan berakhir pada bulan Januari 2010. Di tempatnya menuntut ilmu tersebut, mereka mengambil jurusan penggilingan. Institut ini merupakan salah satu yang terbaik di dunia untuk urusan penggilingan. Ada juga seorang mahasiswi Universitas Brawijaya (UB) yang sedang melakukan magang beberapa bulan di Bern. Jurusan pertanian UB memang setiap tahunnya rutin mengirim mahasiswa untuk melakukan magang di salah satu instansi pemerintah di Swiss.

Tidak hanya muslim Indonesia yang sholat sunat berjamaah di sini, melainkan juga para mualaf dari Swiss yang menikah dengan orang-orang Indonesia. Ramadhan dan lebaran tahun ini cukup berwarna bagiku.

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s