9.9.09: Tag des Mannes

Veröffentlicht: September 12, 2009 in Momen

Tidak jauh dari pusat kota terdapat sebuah Islamisches Zentrum Bern Stiftung, letaknya hanya beberapa ratus meter saja. Dari tempatku tinggal hanya perlu naik satu kali tram ke Bern Hbf kemudian ganti kendaraan dengan bis jalur 11. Cukup 2 halte saja yaitu Inselspital, kita sudah sampai di salah satu mesjid di kota ini. Di sana kaum muslim di kota Bern bisa menjalankan rukun islam yang kedua secara berjamaah. Kebanyakan dari mereka berasal dari kawasan Timur Tengah dan Afrika seperti dari Arab Saudi, Iran, Maroko, Mesir, Somalia, Afrika Selatan, Syria,  Bosnia, Pakistan, Afghanistan, dan lain-lain. Rata-rata dari mereka adalah imigran yang tinggal dan menetap di Swiss. Tidak sedikit yang merupakan korban perang dan mencari suaka di negara ini.

Pada hari rabu ini, aku ingin tahu nuansa buka puasa bersama dengan mereka di mesjid tersebut. Mereka cukup menerima kehadiran orang-orang asing yang ingin beribadah di sini. Tepat pada pukul  19.00 aku tiba di mesjid. Orang-orang telah berkumpul untuk menunggu buka baik itu di dalam ataupun di luar mesjid. Mereka bercengkrama satu sama lain dengan menggunakan bahasa Arab. Beberapa sibuk mempersiapkan hidangan untuk buka dan membereskan tempat duduk. Semuanya duduk di lantai dengan beralas karpet, kemudian dilapisi plastik. Tempat duduk pun diatur sedemikian rupa dengan cara berkelompok. Pada hari ini waktu maghrib yaitu pukul 19.54. Sambil menunggu ada juga yang mendengarkan ceramah agama berbahasa Arab dari radio, yang lain ada yang tadarus Al-Qur´an, dan ada juga yang hanya duduk ataupun berbaring.

Begitu waktu maghrib tiba, makanan yang telah disiapkan sebelum langsung bisa disantap. Masing-masing mendapatkan air minum (susu atau Coca Cola), 3 butir kurma, sepotong roti khas Timur Tengah, dan dua buah kue dihadapannya. Bagiku itu sudah sangat cukup mengenyangkan. Teman di sebelah kiriku berasal dari Maroko dan telah 6 tahun tinggal di Swiss. Sementara teman di sebelah kananku adalah seoran pria lanjut usia yang berasal dari Sri Langka, namun beliau telah tinggal 33 tahun lamanya di Austria. Beliau adalah seorang penerjemah khusus untuk dokumen-dokumen penting. Setelah selesai tajil kami langsung melaksanakan sholat maghrib. Jamaah pada hari ini kurang lebih ada 100 orang.

Selesai mengerjakan sholat maghrib kami kembali ke tempat duduk kami semula. Kini saatnya untuk makan berat. Menu hari ini adalah nasi kare ayam. Cara makannya pun berbeda dengan biasanya. Kami duduk berkelompok kira-kira 8 orang. Kemudian nasi kare ayam dihidangkan pada sebuah nampan besar berebentuk bulat. Makannya bersama-sama dengan tangan. Hmm, terlihat cukup aneh tapi memang seperti itu. Aku hanya bisa makan sekitar tiga suap saja, karena masih merasa kenyang. Sementara yang lain tampak terlihat sangat lahap. Malah temanku dari Maroko merasa tidak puas dengan nampan yang diberikan panitia, karena dinilainya terlalu kecil. Oleh karena itu, dia meminta tambahan nasi lagi untuk kelompok kami. Memang rasanya sangat enak, seperti makan India ataupun Timur Tengah pada umumnya. Juru masaknya adalah orang Somalia.

Hari ini bertepatan dengan tanggal 9.9.09. Aku baca di sebuah harian ibu kota yang bernama ´´Blick am Abend´´, kalau hari ini adalah hari laki-laki atau Tag des Mannes. Begitu pula halnya dengan kami yang tengah berbuka puasa di mesjid ini, 100% adalah kaum Adam. Karena para ibu ataupun remaja putri letaknya tidak di satu tempat melainkan terpisah dan hanya terhalang dinding saja.

Schreibe einen Kommentar

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s